Megapolitan

266 Dapur Program Makan Bergizi di Sukabumi Belum Kantongi IPAL Standar

×

266 Dapur Program Makan Bergizi di Sukabumi Belum Kantongi IPAL Standar

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. Pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyiapkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (23/9/2025). (Sumber: ANTARA/Risky Syukur)

SUKABUMI, TINTAHIJAU.com – Sebanyak 266 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sukabumi dilaporkan belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sesuai standar. Kondisi ini memicu kekhawatiran terkait potensi pencemaran lingkungan akibat limbah sisa pengolahan makanan.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Sukabumi, Sandi Ibnu Aziz, mengungkapkan bahwa dari total 356 dapur SPPG yang ada, baru sekitar 90 unit yang sudah dilengkapi fasilitas pengolahan limbah tersebut.

“Dari 356 SPPG, baru sekitar 90 (dapur) atau sekitar 40 persen yang sudah memiliki IPAL sesuai standar,” kata Sandi kepada wartawan, Rabu (6/5/2026).

Sandi menjelaskan bahwa proses instalasi IPAL menghadapi kendala teknis di lapangan. Faktor perbedaan struktur bangunan dan ketersediaan lahan di setiap lokasi membuat pemasangan tidak dapat dilakukan secara serentak dalam waktu singkat.

“Pemasangan IPAL ini tidak mudah. Bisa memakan waktu satu sampai dua minggu, bahkan sampai sebulan untuk satu lokasi,” ujarnya.

Meskipun terdapat kendala, BGN menegaskan bahwa IPAL merupakan komponen vital agar operasional dapur SPPG tidak merugikan ekosistem sekitar melalui pembuangan limbah sembarangan ke saluran umum.

BGN menargetkan seluruh dapur MBG di Kabupaten Sukabumi sudah memenuhi standar IPAL pada Agustus 2026 mendatang. Koordinasi intensif kini tengah dilakukan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi untuk mempercepat proses tersebut.

Langkah ini juga mencakup pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi seluruh mitra SPPG.

“Target kami Agustus 2026 semua sudah terpasang. Kami terus dorong mitra agar segera memenuhi standar ini,” tegas Sandi.