JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Pemandangan berbeda terlihat di kawasan Car Free Day (CFD) Sudirman, Jakarta Pusat, pada Minggu (10/4/2026) pagi. Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan Agung RI memboyong deretan barang rampasan negara berupa kendaraan mewah hingga perhiasan untuk dipamerkan dan dilelang kepada masyarakat umum.
Pantauan di lokasi, pameran barang mewah hasil sitaan negara ini dipusatkan di depan Gate 6 Gelora Bung Karno (GBK). Kehadiran aset-aset bernilai tinggi tersebut sontak menarik perhatian warga yang sedang berolahraga.
Kejaksaan Agung memajang berbagai aset premium yang terdiri dari kendaraan hingga aksesori gaya hidup kelas atas, di antaranya:
- Kendaraan: Mobil Ferrari berwarna merah, Porsche silver, motor Ducati, hingga moge Harley-Davidson tipe Road Glide.
- Barang Branded: Koleksi tas mewah dari merek ternama seperti Hermes, Dior, Louis Vuitton, hingga Chanel.
- Perhiasan & Koleksi: Berbagai jenis kalung, cincin, gelang, serta karya seni berupa lukisan emas.
Masyarakat yang hadir di CFD tidak hanya dapat melihat fisik barang secara langsung, tetapi juga diberikan kemudahan untuk mengecek limit harga serta mendapatkan panduan langsung mengenai tata cara pembukaan akun lelang resmi di lokasi.
Kepala BPA Kejaksaan Agung RI, Kuntadi, menjelaskan bahwa pameran di area publik ini bertujuan sebagai sarana sosialisasi sekaligus pembuktian integritas lembaga dalam mengelola aset sitaan.
“Acara ini kami adakan untuk lebih membuka diri, untuk lebih mengukur integritas kita, serta mempercepat proses penjualan,” ujar Kuntadi saat memberikan keterangan di depan Gate 6 GBK seperti yang dilansir dari laman detikcom, Minggu (10/5/2026).
Lebih lanjut, Kuntadi menegaskan bahwa percepatan lelang ini merupakan langkah krusial dalam upaya pemulihan finansial negara. “Tujuannya jelas, dalam rangka pemulihan kerugian negara serta pemulihan kerugian masyarakat yang menjadi korban dari tindak pidana,” pungkasnya.
Melalui kegiatan jemput bola ini, Kejaksaan Agung berharap proses lelang menjadi lebih transparan, akuntabel, dan dapat menjangkau peserta lelang yang lebih luas guna memaksimalkan pengembalian aset ke kas negara.





