JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menetapkan target ambisius untuk menurunkan angka kemiskinan di Indonesia hingga berada di kisaran 6,0 persen sampai 6,5 persen pada tahun 2027. Target ini menandai komitmen pemerintah untuk terus menekan angka kemiskinan agar lebih rendah dibandingkan capaian pada tahun 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo saat menyampaikan pidato ekonomi dalam rapat paripurna DPR RI yang digelar di Jakarta pada Rabu (20/5/2026). Selain menyoroti masalah kemiskinan, Kepala Negara menegaskan bahwa pemerintahannya akan fokus menekan angka ketimpangan sosial sepanjang tahun 2027.
“Jarak antara yang terkaya dan termiskin tidak boleh semakin lebar, bahkan harus kita perjuangkan untuk terus menyempit,” ujar Prabowo di hadapan anggota dewan seperti yang dilansir dari laman KOMPAS.tv.
Untuk merealisasikan pemerataan distribusi kekayaan tersebut, pemerintah membidik target rasio gini berada di kisaran 0,362 hingga 0,367 pada tahun 2027. Sebagai informasi, semakin kecil nilai rasio gini, maka tingkat pemerataan ekonomi di tengah masyarakat dinilai semakin baik.
Presiden Prabowo menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional tidak boleh sekadar menjadi angka statistik, melainkan harus dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan rakyat secara meluas. Pada tahun 2027, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mampu menyentuh angka 5,8 hingga 6,5 persen.
Salah satu strategi utama untuk menopang pertumbuhan tersebut adalah dengan menggenjot sektor ketenagakerjaan. Pemerintah berkomitmen membuka lapangan kerja secara besar-besaran dan menaikkan proporsi penciptaan lapangan kerja formal.
“Kita juga akan membuka lapangan kerja secara besar-besaran, ditargetkan proporsi lapangan kerja formal meningkat menjadi 40,81 persen pada 2027,” kata Prabowo. Target ini meningkat signifikan dibandingkan proporsi lapangan kerja formal pada tahun 2026 yang berada di angka 35 persen.
Selain fokus pada kemiskinan dan lapangan kerja, pemerintah juga menetapkan indikator capaian pembangunan lainnya untuk tahun 2027. Di antaranya adalah target Indeks Modal Manusia (IMM) sebesar 0,575 serta Indeks Kesejahteraan Petani yang dipatok pada angka 0,8038. Keseluruhan target ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia secara menyeluruh.





