BANDUNG, TINTAHIJAU.com — Koalisi Urban Plan Indonesia mengusulkan pembangunan tiga ruas jalan tol baru di Jawa Barat guna mengatasi ketimpangan antara laju pertumbuhan kendaraan dan kapasitas jalan. Konsep ini dirancang untuk mempercepat mobilitas, memangkas biaya logistik, serta membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Berikut adalah rincian tiga proyek jalan tol yang diusulkan oleh komunitas pemerhati tata kota tersebut:
1. Tol Cirebon–Kuningan
Ruas ini dirancang untuk mengurai kepadatan di jalur nasional Cirebon-Kuningan sekaligus mendongkrak pariwisata di kaki Gunung Ciremai. Trase dimulai dari Junction Tol Palikanci di Ciperna, lalu mengarah ke selatan menuju Kota Kuningan.
- Rencana Gerbang Tol (GT): GT Ciperna Selatan, GT Cilimus, dan GT Kuningan.
2. Tol Akses Pelabuhan Cirebon dan Industri Cirebon Timur
Proyek strategis ini berorientasi pada penguatan sektor logistik di kawasan Pantura Timur. Jalur tol akan dimulai dari Simpang Susun Kanci, membentang sejajar Jalur Pantura menuju kawasan industri Pangenan hingga area Pelabuhan Cirebon Timur.
- Rencana Gerbang Tol (GT): GT Astanajapura, GT Pangenan, GT Losari, dan GT Cirebon Timur.
3. Tol Arjawinangun–Indramayu
Tol ini akan menjadi koridor baru yang menghubungkan Tol Cipali dengan pusat pertumbuhan ekonomi, sentra pertanian, dan industri di Kabupaten Indramayu. Jalur dimulai dari Arjawinangun menuju utara hingga pusat Kota Indramayu.
- Rencana Gerbang Tol (GT): GT Arjawinangun, GT Gegesik, GT Kertasemaya, dan GT Indramayu.
Meski masih sebatas gagasan, Koalisi Urban Plan Indonesia menilai realisasi ketiga ruas tol ini sangat krusial bagi masa depan Jawa Barat sebagai salah satu provinsi dengan aktivitas ekonomi terbesar di Indonesia. Infrastruktur jalan bebas hambatan ini diyakini mampu meningkatkan daya saing wilayah secara berkelanjutan.
Sumber: RadarCirebon





