SUBANG, TINTAHIJAU.COM – PT Dahana kembali mencatatkan capaian di pasar internasional dengan melakukan ekspor perdana Amonium Nitrat (AN) ke Uni Emirat Arab (UEA). Sebanyak 5.004 ton Amonium Nitrat dikirim melalui Pelabuhan Tursina, Bontang, Kalimantan Timur, dalam proses loading yang berlangsung pada 26–28 Juni 2026.
Pengiriman tersebut menjadi ekspor Amonium Nitrat kelima yang dilakukan PT Dahana sepanjang 2026 sekaligus menandai langkah perdana perusahaan menembus pasar Timur Tengah, khususnya Uni Emirat Arab.
Direktur Utama PT Dahana, Hary Irmawan, mengatakan ekspor ini merupakan pencapaian strategis yang menunjukkan daya saing produk perusahaan di pasar global.
“Ekspor perdana ke Uni Emirat Arab menjadi langkah penting dalam memperluas jangkauan pasar internasional PT Dahana. Kepercayaan dari mitra luar negeri membuktikan bahwa produk Amonium Nitrat kami memiliki kualitas, keandalan, dan daya saing yang tinggi. Kami optimistis langkah ini akan membuka peluang kerja sama yang lebih luas di kawasan Timur Tengah maupun pasar global lainnya,” ujar Hary.
Sementara itu, Direktur Operasi PT Dahana, Abdul Haris Atbaro, menegaskan keberhasilan ekspor tersebut tidak terlepas dari komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas produk, keselamatan kerja, serta ketepatan waktu pengiriman.
“Setiap tahapan, mulai dari proses produksi hingga pengiriman, dilaksanakan dengan standar operasional yang tinggi serta mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan mutu produk. Ekspor ke Uni Emirat Arab ini menjadi bukti kesiapan PT Dahana dalam memenuhi kebutuhan pelanggan internasional secara konsisten dan berkelanjutan,” katanya.
Sebagai perusahaan bahan peledak nasional, PT Dahana terus memperkuat transformasi bisnisnya sebagai penyedia solusi bahan peledak terintegrasi. Selain memenuhi kebutuhan industri dalam negeri, perusahaan juga terus memperluas pasar ekspor sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing industri nasional di tingkat global.
Keberhasilan ekspor perdana ke Uni Emirat Arab diharapkan menjadi momentum bagi PT Dahana untuk memperluas penetrasi pasar internasional, meningkatkan kontribusi terhadap devisa negara, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen bahan peledak berkualitas di pasar dunia.





