TASIKMALAYA, TINTAHIJAU.com — Praktik penahanan manusia bermotif utang piutang dibongkar aparat kepolisian di sebuah rumah sekaligus kantor koperasi simpan pinjam (kosipa) di Perumahan Kota Baru, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya. Korban, seorang remaja perempuan berinisial AR (16), diduga dijadikan ‘jaminan hidup’ oleh majikannya akibat terjerat utang sebesar Rp 14 juta.
Kasus terungkap setelah AR nekat menghubungi call center 110 pada Senin (29/6/2026) sore. Ia melaporkan telah dikurung bosnya sejak Selasa (23/6/2026). Merespons aduan tersebut, polisi segera menggerebek lokasi, mengevakuasi korban, dan mengamankan pasangan suami istri pemilik koperasi, S dan M.
Hingga Selasa (30/6/2026), Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota masih melakukan pemeriksaan intensif dengan kehati-hatian khusus karena korban berstatus anak di bawah umur.
“Belum (selesai pemeriksaan), kami masih penyelidikan, memeriksa saksi-saksi,” kata Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Januar Rangga Fardhela, Selasa (30/6/2026).
Januar juga membenarkan bahwa prosedur pemeriksaan terhadap gadis belia tersebut membutuhkan penanganan khusus.
“Iya masih 16 tahun, tentu pemeriksaannya harus ada pendampingan,” kata Januar.
Pamapta 2 Polres Tasikmalaya Kota, Ipda Rifanto Zaki, yang memimpin olah TKP, memastikan bahwa dugaan penyekapan ini murni berlatar belakang utang piutang tempat korban bekerja.
“Setelah kita mintai keterangannya, korban ini memiliki utang, dia kerja di sebuah koperasi. TKP ini sekaligus koperasi. Utangnya Rp 14 juta,” kata Rifanto.
Kendati demikian, terduga pelaku S dan M berdalih tidak melakukan penyekapan paksa, melainkan atas dasar sukarela korban demi melunasi kewajiban.
“Dalihnya sukarela, maksudnya sambil menunggu utangnya dilunasi, korban sebagai jaminan di sini,” kata Rifanto.
Saat ini, kepolisian tengah menyelidiki lebih dalam terkait ada tidaknya unsur kekerasan fisik maupun psikis, mengingat kondisi psikologis korban diduga mulai terganggu.
“Menurut keterangan keluarga terduga pelaku, selama hampir sepekan korban disebut diperlakukan dengan baik, diberi makan. Tapi memang hari ini tidak mau makan,” kata Rifanto.
Sumber: detikJabar



