JAKARTA, TINTAHIJAU.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyatakan bahwa wacana pelibatan kantin sekolah dalam distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat ini masih dalam tahap pengkajian mendalam. Formulasi regulasi tersebut tengah disusun bersama dengan Badan Gizi Nasional (BGN).
Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa dalam rapat tingkat menteri, pembahasan yang telah mencapai keputusan baru sebatas penentuan sasaran penerima program. Ia menegaskan bahwa program MBG nantinya tidak akan dibagikan secara menyeluruh kepada semua siswa di Indonesia, melainkan diprioritaskan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan agar lebih tepat sasaran.
“Jadi belum ada keputusan soal bagaimana nanti kantin dan berbagai pelayanan lainnya. Agar MBG berjalan dengan baik, tentu semua harus melalui pengkajian yang mendalam,” ujar Abdul Mu’ti di Yogyakarta, Minggu seperti yang dilansir dari laman KOMPAS.tv, dikutip Senin (6/7/2026).
Regulasi Berada di Bawah Kewenangan Badan Gizi Nasional
Lebih lanjut, Mendikdasmen memaparkan bahwa seluruh kebijakan teknis dan mekanisme distribusi program MBG sepenuhnya merupakan kewenangan dari Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam hal ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bertugas memberikan masukan agar implementasi program di lapangan dapat berjalan optimal dan sesuai dengan visi pemerintah.
“Semangat MBG kan oleh Pak Presiden dimaksudkan untuk membangun generasi yang sehat secara fisik sehingga terbebas dari stunting,” tambah Abdul Mu’ti, sebagaimana dikutip dari Antara.
Integrasi dengan Penguatan Pendidikan Karakter
Selain fokus pada pemenuhan nutrisi dan kesehatan fisik untuk mencegah tengkes (stunting), Kemendikdasmen menginginkan agar program MBG memiliki nilai tambah di lingkungan sekolah. Abdul Mu’ti menekankan bahwa aktivitas makan bersama ini harus diintegrasikan sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter siswa.
Program MBG ini nantinya akan menyokong salah satu dari tujuh poin gerakan “Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, khususnya dalam mengedukasi dan membiasakan siswa mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi.
“Kami sudah menerbitkan berbagai panduan mengenai bagaimana pendidikan karakter terintegrasi dengan MBG,” pungkasnya.





