Megapolitan

Kebakaran Eks TPA Panembong Diduga Jadi Sumber Asap yang Selimuti Subang

×

Kebakaran Eks TPA Panembong Diduga Jadi Sumber Asap yang Selimuti Subang

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Misteri kabut asap yang dalam beberapa hari terakhir menyelimuti Subang Kota mulai menemukan titik terang. Kebakaran yang melanda eks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Panembong diduga menjadi salah satu penyebab munculnya asap pekat yang dikeluhkan warga dari berbagai wilayah.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kepulan asap putih tampak terus membumbung dari area eks TPA Panembong. Asap yang keluar dari tumpukan sampah lama menyelimuti kawasan sekitar dan diduga terbawa angin hingga mencapai sejumlah wilayah di Subang Kota.

Sebelumnya, warga mengeluhkan bau asap menyengat yang muncul hampir setiap malam hingga pagi hari. Keluhan tersebut datang dari berbagai kawasan, seperti BTN, Alun-alun Subang, Panglejar, Soklat, Cimerta, Tambakan, Ranggawulung, hingga Otista. Sejumlah warga bahkan mengaku mengalami batuk, sesak napas, dan tenggorokan terasa perih akibat paparan asap.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Kabupaten Subang, Dede Rosmayadi, mengatakan kebakaran di eks TPA Panembong telah terjadi sejak Sabtu, 11 Juli 2026. Namun, pihaknya baru menerima laporan pada Senin, 13 Juli 2026.

“Kebakaran terjadi sejak Sabtu 11 Juli 2026 pekan lalu. Untuk penyebab awalnya, belum bisa diketahui dari mana dan belum bisa dipastikan,” ujar Dede, Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, upaya pemadaman sempat terkendala akses menuju lokasi karena jalan yang sedang diperbaiki. Akibatnya, petugas baru dapat masuk ke area kebakaran sehari setelah laporan diterima.

Dede memperkirakan sekitar setengah dari total luas eks TPA Panembong yang mencapai 6,5 hektare telah terbakar. Luasnya area yang terbakar, ditambah karakteristik tumpukan sampah yang masih menyimpan bara di bawah permukaan, membuat proses pemadaman berlangsung cukup sulit.

Pada hari pertama penanganan, sebanyak 30 personel gabungan diterjunkan ke lokasi, terdiri dari 20 personel Damkar, 5 personel PMI, dan 5 personel BPBD. Petugas melakukan pemadaman sejak pukul 11.00 hingga 17.00 WIB.

Meski demikian, keterbatasan pasokan air menjadi kendala utama. Karena itu, operasi pemadaman dilanjutkan pada Rabu (15/7/2026) dengan menambah armada pengangkut air.

“Penanganan kebakaran akan dilanjutkan lagi Rabu 15 Juli 2026 karena hari ini kekurangan water supply. Jadi nanti armada pembawa airnya akan diperbanyak. Kami sudah berkoordinasi dengan PMI untuk meminjam mobil water supply,” jelas Dede.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Petugas juga terus melakukan proses pendinginan (cooling down) untuk memastikan bara api yang berada di bawah permukaan benar-benar padam dan tidak kembali memicu kebakaran.

Sementara itu, masyarakat diimbau membatasi aktivitas di sekitar lokasi kebakaran dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.

Peristiwa kebakaran di eks TPA Panembong ini sekaligus memperkuat dugaan atas sumber kabut asap yang selama beberapa hari terakhir menjadi keluhan warga Subang. Warga berharap proses pemadaman segera tuntas sehingga kualitas udara kembali membaik dan aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu.