Wisata

Naik Kelas Jadi Bandara Internasional, Husein Sastranegara Siapkan Rute ke Malaysia dan Singapura

×

Naik Kelas Jadi Bandara Internasional, Husein Sastranegara Siapkan Rute ke Malaysia dan Singapura

Sebarkan artikel ini
Bandara Husein Sastranegara

BANDUNG, TINTAHIJAU.com — Pemerintah Kota Bandung menyambut antusias rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara yang akan kembali naik kelas dengan menyandang status sebagai bandara internasional. Kepastian perubahan status tersebut bahkan telah mengantongi persetujuan dari pihak pengelola.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa bandara yang terletak di Ibu Kota Provinsi Jawa Barat tersebut akan mengalami penyesuaian nama resmi seiring dengan peningkatan statusnya.

“Resminya sekarang menjadi Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung, belakangnya pakai ‘Bandung’. Itu nama resmi dari Angkasa Pura, dari Injourney,” ujar Farhan saat ditemui awak media di Hotel Aryaduta, Kota Bandung, Rabu (15/7/2026).

Farhan menjelaskan, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah menunggu kepastian mengenai jadwal resmi penerbangan di bandara tersebut. Berdasarkan rencana awal, Bandara Husein Sastranegara Bandung diproyeksikan melayani 11 hingga 12 rute penerbangan domestik, serta dua rute penerbangan internasional langsung menuju Malaysia dan Singapura.

Guna mendukung pengoperasian kembali bandara tersebut, sejumlah persiapan infrastruktur penunjang di lapangan terus dikebut. Sektor aksesibilitas dan fasilitas pendukung diklaim telah menunjukkan perkembangan yang signifikan.

“Kalau misalkan secara pekerjaan sipil, jalan-jalan akses menuju ke bandara sudah diperbaiki. Kemudian untuk pengelolaan parkir dari Lanud Husein juga sudah bekerja sama dengan pihak pengelola parkir khusus, itu sudah ada,” ungkap Farhan.

Lebih lanjut, Farhan memaparkan bahwa Pemkot Bandung saat ini sedang fokus mematangkan dua aspek krusial sebelum bandara resmi beroperasi penuh, yakni penyediaan angkutan pemandu moda (shuttle) bagi penumpang dan konsep branding visual bandara.

Terkait dengan fasilitas shuttle, Pemkot Bandung tengah merumuskan skema kerja sama dengan pihak ketiga untuk memastikan kenyamanan mobilitas penumpang dari dan menuju bandara.

“Untuk shuttle itu kan banyak konsekuensinya. Mulai dari siapa operatornya, berapa banyak armadanya, daya tampung, hingga rute tujuannya ke mana saja. Nah, hal-hal itu yang perlu kita tawarkan kepada mitra-mitra swasta,” jelasnya.

Sementara dari sisi estetika, Farhan menginginkan para penumpang yang mendarat dapat langsung merasakan atmosfer khas Kota Kembang begitu menapakkan kaki di dalam area terminal melalui branding desain yang kuat.

“Untuk desain branding, itu seperti halnya ketika orang Medan turun di Kota Bandung melalui bandara, mereka tentu ingin langsung melihat dan merasakan suasana Bandung. Nah, suasana khas Bandung-nya itu yang sedang mau kita pikirkan matang-matang,” pungkasnya.

Sumber: detikcom