Pemerintahan

Bupati Sumedang Siapkan Sanksi Tegas bagi ASN Terlibat Judi Online, Sekaligus Apresiasi Pegawai Berprestasi

×

Bupati Sumedang Siapkan Sanksi Tegas bagi ASN Terlibat Judi Online, Sekaligus Apresiasi Pegawai Berprestasi

Sebarkan artikel ini
Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir | Foto: WAHANANEWS.CO/Istimewa.

SUMEDANG, TINTAHIJAU.com — Sanksi tegas menanti jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Sumedang yang kedapatan bermain judi online (judol). Langkah preventif sekaligus ancaman ini dikeluarkan oleh Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menyusul maraknya informasi mengenai ribuan abdi negara di Jawa Barat yang terperangkap dalam pusaran perjudian daring tersebut.

Menyikapi fenomena yang menimpa sejumlah abdi negara di wilayah Jabar itu, Dony menyatakan keprihatinannya yang mendalam. Ia pun mewanti-wanti seluruh jajarannya, terutama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumedang, untuk menjauhi segala macam bentuk praktik perjudian online.

“Saya perhatiin ya, ketika di Jabar ini banyak ASN yang judol, saya minta titip sama ASN Sumedang, tidak boleh terlibat judol, jangan coba-coba, judol ini bahaya, masa depan suram dengan judol. Hentikan yang ada niat bermain, tutup niatnya, yang udah main hentikan itu. Jadi saya berharap di Sumedang tidak ada ASN yang main judul,” ujar Dony pada Kamis (16/7/2026).

Untuk mencegah hal tersebut, Dony menyebutkan bahwa Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumedang secara konsisten melakukan pengawasan ketat. Di samping itu, dalam berbagai kesempatan kegiatan, ia tidak pernah absen untuk memberikan petunjuk dan pembinaan kepada para pegawai agar menjauhi perbuatan tercela, termasuk tergiur oleh judol.

“Ya tentunya pengawasan kami berlangsung, berjalan, ada inspektorat, ada BKPSDM ada pimpinan SKPD melakukan pembinaan. Dan ini seringkali kami sampaikan dalam sebuah momen-momen, memberikan arahan, bimbingan dan direktif pada ASN kami untuk tidak melakukan hal yang tidak terpuji seperti itu,” katanya.

Apabila di kemudian hari ditemukan ada pegawai di lingkup Pemkab Sumedang yang terbukti bermain judol, Dony memastikan bahwa sanksi disiplin dan tindakan keras akan segera dijatuhkan kepada oknum bersangkutan.

“Ya tentu saya akan teguran, saya akan kasih tindakan yang tegas, kalau dia main judul,” ungkapnya.

Apresiasi dan Penghargaan untuk ASN Berprestasi di Sumedang

Pada hari yang sama, Dony Ahmad Munir juga membagikan apresiasi kepada para pegawai yang berprestasi dalam gelaran Anugerah ASN Berprestasi Tingkat Kabupaten Sumedang 2026. Acara penganugerahan ini dilangsungkan di Aula Tampomas, Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS).

Pemberian anugerah tersebut merupakan wujud apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Sumedang bagi aparat yang sudah membuktikan loyalitas, kemampuan berinovasi, kejujuran, serta semangat tinggi saat melayani masyarakat luas.

Lebih lanjut, Dony mengutarakan rasa hormat dan bangganya terhadap para peserta yang mengikuti kompetisi tersebut. Ia memandang bahwa mereka yang terlibat telah berani melangkah keluar dari zona nyamannya untuk bersaing secara positif melalui penciptaan berbagai terobosan inovatif.

“Saya menyampaikan rasa hormat kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi. Bapak dan Ibu telah memilih untuk tidak berada di zona nyaman, tetapi hadir di zona kompetitif dengan terus bekerja keras, berinovasi, melakukan terobosan, dan menunjukkan prestasi,” kata Dony.

Menurut penjelasan Dony, hasrat untuk terus bersaing dan berkembang tidak hanya akan menaikkan mutu masing-masing individu, tetapi juga akan memperkokoh birokrasi pemerintahan itu sendiri. Pada akhirnya, semua perbaikan kualitas ini akan bermuara pada naiknya mutu layanan publik, kelancaran pembangunan, dan meningkatnya kesejahteraan hidup masyarakat.

“Prestasi yang diraih tidak hanya meningkatkan kapasitas diri, tetapi juga mampu membangun sistem kerja yang lebih baik sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas,” katanya.

Tak hanya sekadar merayakan prestasi, para peraih anugerah ini juga diproyeksikan dapat menjadi sosok panutan. Dony berharap mereka bisa menularkan energi positif kepada rekan-rekan sesama aparatur lainnya untuk ikut mengasah keahlian dan produktivitas kinerjanya.

“Saya berharap kehadiran para ASN berprestasi ini mampu menginspirasi dan memotivasi generasi ASN berikutnya untuk terus berkarya dan berprestasi,” tuturnya.

Dalam arahannya, Sang Bupati juga menggarisbawahi bahwa raihan di ajang ini jangan hanya berhenti pada tahap penerimaan piagam. Setiap gagasan baru yang diciptakan wajib diwujudkan menjadi program maupun kebijakan di tiap-tiap instansi agar masyarakat dapat mencicipi langsung manfaatnya.

“Setiap inovasi harus dieksekusi menjadi program dan kebijakan di SKPD masing-masing. Inilah makna ASN berprestasi yang sesungguhnya, yaitu ketika inovasi memberikan dampak nyata dan manfaat langsung bagi masyarakat,” tegasnya.

Bagi Dony, Anugerah ASN Berprestasi bukan sekadar perayaan rutinitas tahunan atau agenda seremonial belaka. Gelaran ini dinilai sebagai momentum penting untuk memupuk dan membangun etos kerja prima di dalam tubuh birokrasi Pemerintah Kabupaten Sumedang.

“ASN berprestasi harus melahirkan komitmen. Prestasi bukan sebuah kebetulan, tetapi harus menjadi budaya kerja ASN Sumedang,” ujarnya.

Di samping itu, ia turut mengingatkan bahwa sosok abdi negara adalah representasi langsung dari Pemerintah Kabupaten Sumedang di mata warganya. Sebab itulah, setiap bentuk pelayanan yang disajikan mesti dikerjakan dengan tulus ikhlas, sikap profesional, dan penuh integritas.

“Pengabdian adalah panggilan jiwa. ASN merupakan garda terdepan yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Ketika masyarakat mendapatkan pelayanan yang ramah, cepat, mudah, dan murah, di situlah kualitas ASN Sumedang benar-benar dirasakan,” ungkapnya.

Sebagai penutup pesannya, Dony menyerukan kepada segenap aparatur agar senantiasa mempertajam sisi profesionalitas mereka. Hal tersebut dapat dilakukan dengan terus mengembangkan wawasan, menambah pengalaman dan jaringan, tanpa melupakan nilai integritas sebagai fondasi utama seorang pegawai negara.

“Kompetensi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Mari kita bulatkan niat menjadi pengabdi yang lahir dari panggilan jiwa, bekerja dengan hati, melayani dengan empati, terus berinovasi tanpa henti, dan mengabdi dengan penuh integritas,” pungkasnya.

Sumber: detikJabar