SUBANG, TINTAHIJAU.com – Sebelum era media online mengambil alih panggung dan menjadi pilihan utama saat ini, media cetak telah lama menjadi sumber informasi favorit di kalangan masyarakat, baik dalam bentuk koran, tabloid, atau majalah.
Majalah-majalah cetak yang berkembang pada masa lalu memiliki fokusnya masing-masing, terutama dalam ranah majalah hiburan. Salah satu pembahasan yang selalu diminati dalam majalah adalah budaya populer, seperti musik, yang memiliki penggemar setia.
Bagi para pecinta musik di Indonesia, majalah-majalah seperti RollingStone atau Hai mungkin bukanlah nama yang asing, terutama bagi mereka yang mengalami masa muda sebelum era 2000-an.
Majalah Aktuil, yang pertama kali terbit di Bandung pada 8 Juni 1967, adalah salah satu bukti nyata dari antusiasme terhadap hiburan dan informasi mengenai industri musik di Indonesia. Ide untuk mendirikan majalah ini berasal dari Denny Sabri Gandanegara, seorang kontributor majalah Diskorina.
Denny Sabri Gandanegara berbagi ide tersebut dengan Bob Avianto, seorang penulis yang sering mengulas topik seputar dunia perfilman. Tidak hanya itu, Toto Rahardjo dan Samsudin ‘Sam Bimbo’, dua figur seni yang sudah dikenal luas, juga ikut terlibat dalam proyek ini. Mereka akhirnya mencapai kesepakatan untuk mendirikan majalah hiburan lokal yang diberi nama Aktuil.
Pemilihan nama “Aktuil” terinspirasi dari sebuah majalah Belanda yang bernama “Aktueel.” Majalah ini membuktikan bahwa minat terhadap budaya hiburan dan informasi aktual telah menjadi bagian penting dari perkembangan media di Indonesia.
