SUBANG, TINTAHIJAU.com – Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, merupakan kondisi kesehatan serius yang dapat merusak jantung. Terjadi ketika tekanan darah sistolik melebihi 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg.
Menurut data WHO, sekitar 1,13 miliar orang di dunia mengidap hipertensi, dengan perkiraan akan mencapai 1,5 miliar pada 2025.
Penting untuk mengetahui bahwa hipertensi dapat menjadi penyebab kematian, dengan perkiraan 9,4 juta kematian setiap tahunnya. Biaya pelayanan hipertensi juga terus meningkat, mencapai Rp 3 triliun pada tahun 2018.
Identifikasi dan Pencegahan
CDC mengidentifikasi tekanan darah tinggi sebagai tekanan sistolik lebih dari 130 mmHg dan diastolik lebih dari 80 mmHg. Ahli jantung menekankan bahwa manajemen tekanan darah melibatkan 70 persen kebiasaan hidup dan 30 persen obat-obatan. Tanpa perubahan gaya hidup, obat tekanan darah tidak akan bekerja efektif.
Kebiasaan Hidup untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi
Beberapa kebiasaan yang dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi meliputi:
- Mengurangi Garam dan Natrium: Batasi konsumsi natrium hingga maksimal 2,300 miligram per hari, pilih makanan rendah sodium, dan hindari makanan olahan.
- Batasi Karbohidrat dan Gula: Diet rendah karbohidrat dan gula terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah.
- Membatasi Kafein: Perhatikan konsumsi kafein, terutama bagi yang tidak terbiasa mengonsumsi produk berkafein.
- Meningkatkan Asupan Magnesium dan Kalium: Konsumsi makanan kaya magnesium dan kalium seperti sayuran, susu, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
- Konsumsi Beri-berian: Buah-buahan seperti stroberi, blueberry, raspberry, dan blackberry kaya akan polifenol yang baik untuk kesehatan jantung dan dapat menurunkan tekanan darah.
- Berolahraga Rutin: Aktivitas fisik seperti jalan kaki, bersepeda, atau berenang dapat menurunkan tekanan darah. Direkomendasikan untuk berolahraga selama 150 menit per minggu.
- Berhenti Merokok: Merokok meningkatkan tekanan darah secara cepat. Berhenti merokok dapat menurunkan risiko penyakit jantung.
- Mengurangi Stres: Temukan cara untuk mengurangi stres, seperti bersantai, meditasi, atau mengubah cara pandang terhadap situasi yang tidak dapat dikontrol.
- Tidur yang Cukup: Tidur kurang dari tujuh jam per hari dapat meningkatkan risiko hipertensi. Pastikan untuk mendapatkan tidur yang cukup setiap malam.
Hipertensi membutuhkan perhatian serius, dan pengelolaan yang tepat melibatkan kombinasi perubahan gaya hidup dan pengobatan. Kesadaran masyarakat tentang hipertensi perlu ditingkatkan, sehingga pencegahan dan manajemen dapat dilakukan secara lebih efektif. ]
Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, kita dapat mengurangi angka kasus hipertensi dan meningkatkan kesehatan jantung secara keseluruhan.
Sumber: KOMPAS.tv





