Megapolitan

Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad setelah Tertunda Empat Bulan

×

Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad setelah Tertunda Empat Bulan

Sebarkan artikel ini
Pelayat memegangi truk yang mengangkut jenazah Ayatollah Ali Khamenei dalam prosesi pemakaman di Najaf, Irak, Rabu (8/7/2026). (Sumber: Hadi Mizban/Associated Press)

MASHHAD, TINTAHIJAU.com – Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akhirnya telah dimakamkan di salah satu tempat paling suci bagi umat Syiah di Iran. Prosesi pemakaman tersebut berlangsung di kompleks pemakaman Imam Reza yang terletak di tanah kelahirannya, Mashhad, pada Jumat (10/7/2026). Kompleks keagamaan yang berada di pusat kota tersebut dikenal sangat megah dengan ciri khas kubah emas besar serta menara-menara tinggi berlapis emas.

Melansir laporan dari Al-Jazeera, pemakaman ini baru dapat terlaksana lebih dari empat bulan sejak wafatnya Khamenei. Seperti diketahui, ia gugur dalam serangan udara yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel ke Teheran pada 28 Februari lalu.

Awalnya, pihak otoritas Iran menjadwalkan pemakaman pada bulan Maret. Namun, rencana tersebut terpaksa ditangguhkan akibat eskalasi perang antara AS dan Iran yang kian memuncak pada waktu itu.

Meskipun upacara pemakaman intinya digelar secara tertutup atau privat, rangkaian prosesi perkabungan sebelumnya telah menarik perhatian dunia. Selama sepekan terakhir, prosesi penghormatan terakhir tersebut diperkirakan menyedot massa hingga lebih dari 15 juta orang.

Rangkaian prosesi pemakaman resmi sendiri telah dimulai sejak Sabtu (4/7/2026). Pada momen itu, puluhan ribu warga memadati kompleks Grand Mosalla di Teheran untuk memberikan penghormatan di hadapan peti jenazah Khamenei yang disemayamkan. Sejumlah pejabat tinggi serta pemimpin dari negara-negara sekutu Iran tampak hadir, termasuk delegasi dari kelompok proksi mereka seperti Hamas, Hizbullah, dan Houthi.

Ada satu hal yang menarik perhatian dalam upacara pemakaman ini, yaitu ketidakhadiran Mojtaba Khamenei, putra mendiang sekaligus Pemimpin Tertinggi Iran yang baru ditunjuk. Hingga saat ini, Mojtaba masih belum menampakkan diri sama sekali di hadapan publik sejak memegang takhta kepemimpinan.

Ketidakhadirannya di pemakaman sang ayah, ibu, serta saudaranya—yang juga menjadi korban tewas dalam serangan AS-Israel tersebut—kabarnya merupakan instruksi langsung demi alasan keamanan dirinya yang kini menjadi figur nomor satu di Iran.