SUBANG, TINTAHIJAU.com – Saat hamil, kebutuhan nutrisi ibu meningkat agar janin bisa tumbuh dengan optimal. Salah satu zat gizi yang sangat penting adalah protein.
Sayangnya, masih banyak ibu hamil yang kurang menyadari bahwa tubuh bisa memberikan tanda ketika asupan protein tidak tercukupi.
Protein berperan besar dalam pembentukan jaringan tubuh bayi, perkembangan otak, hingga menjaga kesehatan ibu selama kehamilan.
Jika kebutuhan protein kurang, bukan hanya ibu yang terdampak, tetapi juga tumbuh kembang janin.
Berikut beberapa kondisi yang bisa menjadi tanda tubuh kekurangan protein selama kehamilan.
1. Tubuh Mudah Lelah
Merasa cepat capek memang umum saat hamil. Namun, jika rasa lelah muncul terus-menerus meski sudah cukup istirahat, bisa jadi tubuh kekurangan protein untuk menghasilkan energi dan memperbaiki sel tubuh.
2. Rambut Mudah Rontok
Protein merupakan komponen penting pembentuk rambut. Jika asupannya kurang, rambut bisa menjadi rapuh dan lebih mudah rontok dari biasanya.
3. Pembengkakan pada Kaki dan Tangan
Kekurangan protein dapat menyebabkan cairan menumpuk di jaringan tubuh sehingga muncul bengkak, terutama di area kaki dan tangan.
4. Massa Otot Menurun
Tubuh akan mengambil cadangan protein dari otot jika asupan harian tidak mencukupi. Akibatnya, ibu hamil bisa merasa tubuh lebih lemas dan otot mengecil.
5. Luka Lebih Lama Sembuh
Protein membantu proses perbaikan jaringan tubuh. Bila kekurangan protein, proses penyembuhan luka bisa menjadi lebih lambat.
Berapa Kebutuhan Protein Ibu Hamil?
Ibu hamil umumnya membutuhkan sekitar 70–100 gram protein per hari, tergantung usia kehamilan dan kondisi kesehatan masing-masing. Kebutuhan ini bisa dipenuhi dari berbagai makanan sehat.
Sumber Protein yang Baik untuk Bumil
Beberapa pilihan makanan tinggi protein yang aman dan baik dikonsumsi selama kehamilan antara lain:
– Telur
– Ikan
– Daging tanpa lemak
– Ayam
– Tahu dan tempe
– Kacang-kacangan
– Susu dan produk olahannya.
Agar kebutuhan nutrisi tetap seimbang, ibu hamil juga dianjurkan mengonsumsi sayur, buah, karbohidrat kompleks, dan cukup minum air putih.
Jangan Abaikan Tanda-Tandanya
Jika ibu hamil mengalami gejala kekurangan protein secara terus-menerus, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Pemeriksaan lebih lanjut dapat membantu memastikan kondisi ibu dan janin tetap sehat selama masa kehamilan.
Menurut World Health Organization dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pemenuhan gizi seimbang selama kehamilan sangat penting untuk mendukung kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin.





