Megapolitan

BI Prediksi Tekanan Rupiah Mereda pada Semester II 2026

×

BI Prediksi Tekanan Rupiah Mereda pada Semester II 2026

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi uang rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Ahsanjaya)

JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Bank Indonesia (BI) memprediksi tekanan terhadap nilai tukar rupiah akan mulai mereda pada semester II 2026. Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan bahwa pelemahan rupiah saat ini bersifat musiman akibat tingginya permintaan dolar AS pada periode April hingga Juni untuk pembayaran dividen, utang luar negeri, dan kebutuhan haji. Kondisi ini diperkirakan membaik pada Juli hingga Agustus.

Pernyataan tersebut disampaikan Perry dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI terkait asumsi makro APBN 2026. Pemerintah sendiri menetapkan asumsi nilai tukar dalam APBN 2026 berada di kisaran Rp16.500 per dolar AS, dengan rentang Rp16.200 hingga Rp16.800.

“Saat ini year to date memang sekitar Rp16.900, tetapi pengalaman kami menunjukkan pada April-Mei-Juni tekanan permintaan dolar memang tinggi karena pembayaran dividen, utang luar negeri, dan kebutuhan haji,” kata Perry, seperti yang dilansir di laman KOMPAS.tv, Senin (18/5/2026).

“Nilai tukar fundamental dalam proses pengambilan keputusan nasional adalah nilai tukar yang konsisten dengan proyeksi makroekonomi,” ucap Perry.

Perry menambahkan, mandat BI fokus pada pengendalian volatilitas nilai tukar menggunakan pengukuran rolling average 20 hari, bukan menjaga level kurs tertentu. Saat ini, volatilitas rupiah year to date berada di sekitar 5,4 persen dan dinilai masih relatif stabil.

“Yang menjadi mandat adalah stabilitas nilai tukar, bukan level nilai tukar,” sebutnya.

Selain faktor musiman domestik, tekanan rupiah turut dipicu sentimen global seperti kebijakan tarif AS, konflik Timur Tengah, kenaikan harga minyak dunia, penguatan dolar AS, serta lonjakan yield US Treasury. Menghadapi situasi ini, BI mengalihkan fokus kebijakan moneter yang sebelumnya mendukung pertumbuhan (pro-growth) kembali ke arah menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar rupiah.