Megapolitan

Diduga Arisan Bodong, Ratusan Warga Cianjur Geruduk Rumah Bos Paket Lebaran

×

Diduga Arisan Bodong, Ratusan Warga Cianjur Geruduk Rumah Bos Paket Lebaran

Sebarkan artikel ini
Peserta paket arisan lebaran geruduk rumah bos (Foto: Ikbal Slamet/detikJabar).

CIANJUR, TINTAHIJAU.com – Kekecewaan memuncak menjelang Hari Raya Idul Fitri. Ratusan warga dari Kecamatan Cilaku dan Cibeber berbondong-bondong menggeruduk sebuah rumah di Kampung Cijati, Desa Sukasari, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, pada Rabu (18/3/2026).

Rumah tersebut diketahui milik bos pengelola arisan paket Idul Fitri. Warga yang datang menggunakan angkutan umum dan sepeda motor ini menuntut kepastian lantaran paket sembako yang dijanjikan tak kunjung cair, memunculkan dugaan adanya praktik arisan bodong. Beruntung, pihak kepolisian cepat tiba di lokasi untuk mencegah aksi anarkis.

Kekecewaan Para Peserta Arisan

Papat Fatimah, salah satu peserta asal Kecamatan Cilaku, mengaku sudah mengikuti arisan ini sejak beberapa tahun lalu. Tahun ini, ia menyetorkan dana untuk paket senilai Rp2.200.000. Ia menyebut gelagat mencurigakan sebenarnya sudah terasa sejak dua tahun terakhir karena keterlambatan pengiriman.

“Paket lebaran berupa sembako kaya beras, minyak, daging, kentang total keseluruhannya dua juta dua ratus sampai sekarang belum ada,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).

Papat menambahkan bahwa pengelola terus memberikan janji palsu saat ditagih.

“Udah dua kali nanyain, yang pertama datang jawabannya tanggal 28, terus bilang katanya H-3 lebaran. Nah sekarang pas didatangi bareng korban lainnya, jawabannya uangnya nggak ada,” jelasnya.

Nasib serupa dialami Ai Masliah, warga Kecamatan Cibeber yang menanggung kerugian Rp1.590.000 untuk paket daging, minyak, kue, dan parsel.

“Tahun kemarin seminggu sebelum lebaran sudah datang paketnya, tapi sekarang belum jelas. Sedangkan lebaran tinggal dua hari lagi,” ucapnya kesal.

Ia mengungkap bahwa pihak pengelola berdalih tidak memiliki uang dan berjanji akan menjual rumah sebagai bentuk tanggung jawab. Namun, hal itu tidak menyelesaikan masalah warga yang butuh sembako untuk Lebaran.

“Bahkan alasannya uang tidak ada. Berdalih akan bertanggungjawab dengan menjual rumah. Tapi masalahnya kan sekarang para peserta bingung, berharap bisa berlebaran dengan paket yang sudah dibayar, tapi faktanya tidak ada. Mau beli sekarang bingung uangnya darimana,” kata dia.

“Makanya kami akan laporkan kasus ini ke kepolisian,” tambahnya.

Tindakan Kepolisian

Kapolsek Cilaku, AKP Isep Sukana, mengonfirmasi adanya insiden penggerudukan tersebut. Pihaknya mendapati bahwa rumah sang bos arisan ternyata sudah dalam kondisi kosong tanpa ada stok sembako.

“Betul tadi warga berkumpul dan mendatangi rumah milik bos arisan paket lebaran. Karena paket yang dijanjikan. Tak kunjung datang. Ketika dicek pun di rumahnya memang kosong, tidak ada paket lebaran ataupun barang-barang pribadinya,” kata dia.

Kini, pihak kepolisian telah mengarahkan warga yang merasa dirugikan untuk menempuh jalur hukum.

“Korban sedang buat laporan untuk diproses hukum lebih lanjut,” pungkasnya.