Megapolitan

Diduga Rem Blong, Truk Kontainer di Cirebon Hantam Warung

×

Diduga Rem Blong, Truk Kontainer di Cirebon Hantam Warung

Sebarkan artikel ini
Lokasi kejadian kecelakaan maut di jalan Cirebon-Kuningan (Foto: Devteo Mahardika/detikJabar).

CIREBON, TINTAHIJAU.com — Dua orang meninggal dunia dan tiga lainnya luka-luka setelah sebuah truk kontainer bermuatan air mineral diduga mengalami rem blong di Jalan Raya Cirebon-Kuningan, kawasan Tanjakan Gronggong, Desa Ciperna, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Senin (13/7/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.

Truk bernomor polisi B 9105 UM yang melaju dari arah Kuningan menuju Cirebon diduga kehilangan kendali saat melintasi jalur menurun. Kendaraan kemudian menabrak sebuah warung makan di tepi jalan dan menyeruduk empat sepeda motor.

Saksi mata, Dede (34), mengatakan truk melaju tanpa kendali sebelum menghantam warung yang saat itu dipenuhi pengunjung.

“Truk mengalami rem blong dan menabrak warung makan serta empat sepeda motor. Saat kejadian langsung ada korban meninggal dunia dan korban luka-luka,” ujar Dede seperti yang dilansir dari laman detikJabar, Senin (13/7/2026).

Ia menduga kecelakaan dipicu kegagalan sistem pengereman truk.

“Kemungkinan truk mengalami rem blong, kemudian menabrak warung makan dan motor. Ada korban jiwa dan korban luka-luka,” katanya.

Menurut Dede, selain pengunjung warung, pengendara sepeda motor yang melintas juga menjadi korban.

“Pengendara motor yang melintas dari arah Cirebon menuju Kuningan ikut tertabrak. Yang meninggal dunia informasinya seorang ibu dan anaknya yang masih bayi,” ungkapnya.

Salah seorang korban selamat, Amina, mengaku berhasil menyelamatkan diri dengan berlari keluar saat truk menghantam bangunan.

“Di dalam warung ada tiga orang yang selamat, saya, uwa saya, dan satu orang yang sedang makan. Yang mengalami luka-luka pembeli dan uwa saya, sekarang sudah dibawa ke rumah sakit. Saya sendiri sempat lari saat kejadian,” tuturnya.

Kasubnit I Turjawali Satlantas Polresta Cirebon, Iptu Heru Cahyo, membenarkan kecelakaan tersebut. Polisi mencatat sementara terdapat lima korban, terdiri dari dua korban meninggal dunia dan tiga korban luka yang kini menjalani perawatan di rumah sakit.

“Untuk korban sementara ada lima orang. Dua di antaranya meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka-luka. Saat ini seluruh korban luka sedang menjalani perawatan di rumah sakit,” jelasnya.

Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan, termasuk memastikan identitas dan posisi para korban saat insiden terjadi.

“Informasi sementara yang meninggal dunia adalah seorang ibu dan anaknya. Namun kami masih memastikan apakah korban berada di warung atau sedang melintas ketika kecelakaan terjadi. Saat ini kami masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi,” katanya.

Heru menambahkan, sopir truk telah diamankan, namun masih menjalani perawatan akibat mengalami luka-luka.

“Pengemudi sudah diamankan. Saat ini masih menjalani perawatan di RS Gunung Jati karena mengalami luka. Setelah kondisinya memungkinkan, pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan,” pungkasnya.