INDRAMAYU, TINTAHIJAU.com — Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di jalur Pantura Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jawa Timur, pada Minggu (12/7/2026) siang, menyisakan duka mendalam. Dua dari korban meninggal dunia diketahui merupakan ibu dan anak, yakni Yunah dan Ayu Wulandari (26), warga Desa Cempeh Blok Cemeti, Kecamatan Lelea, Indramayu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Ayu sebenarnya telah menetap di Sragen, Jawa Tengah, bersama keluarga suaminya. Namun, ia berada di Indramayu sejak satu bulan terakhir untuk menjenguk ibunya. Sebelum kecelakaan terjadi, keduanya memutuskan untuk bergabung dalam rombongan pengantar pengantin yang masih satu desa dengan mereka.
Seorang warga setempat, Darsinih (34), mengonfirmasi bahwa kedatangan Ayu ke Indramayu memang bertujuan untuk menghabiskan waktu bersama sang ibu.
“Sudah sekitar satu bulan di sini Ayu lagi nengok ibunya, terus ikut rombongan pengantin yang masih satu desa,” ujar Darsinih seperti yang dilansir dari laman detikJabar, dikutip Senin (13/7/2026).
Darsinih menambahkan bahwa Ayu dikenal sebagai sosok yang ramah dan mudah bersosialisasi dengan tetangga sekitar.
“Ayu orangnya ‘grapyak’, masih muda, dan gampang bersosial dengan tetangga. Duh, ya, kenapa dia ikut mengantar pengantin, padahal katanya cuma kenalan,” ucap Darsinih dengan nada pelan.
Suami Korban Berada di Korea Selatan
Kesedihan keluarga makin bertambah lantaran suami Ayu saat ini sedang bekerja sebagai pekerja migran di Korea Selatan. Pasangan muda yang baru membina rumah tangga selama dua tahun dan belum dikaruniai anak ini terpaksa menjalani hubungan jarak jauh demi nafkah.
Menurut tetangga korban, Catu (48), suami Ayu berangkat ke Korea Selatan hanya beberapa bulan setelah melangsungkan pernikahan.
“Lagi berbunga-bunga ibaratnya, mah, terus ke Korea lagi. Katanya, sih, pulang dulu mau nikah terus beberapa bulan terbang lagi, tapi Ayu dari awal tinggalnya di Sragen sama mertuanya,” ungkap Catu.
Mendengar kabar duka tersebut, suami Ayu dilaporkan langsung mengurus kepulangan ke Indonesia. Sementara itu, pihak keluarga mertua dari Sragen juga sedang dalam perjalanan menuju rumah duka di Indramayu.
Saat ini, jenazah Ayu dan Yunah disemayamkan berdampingan di rumah duka. Yunah sendiri diketahui meninggalkan lima orang anak dari pernikahan sebelumnya.
Rencananya, seluruh korban kecelakaan maut yang berasal dari Desa Cempeh ini akan dimakamkan secara massal pada Senin, 13 Juli 2026, sekitar pukul 07.00 WIB.





