Megapolitan

Dubes Iran Sebut Serangan AS-Israel Bukti Ketidakpatuhan pada Diplomasi

×

Dubes Iran Sebut Serangan AS-Israel Bukti Ketidakpatuhan pada Diplomasi

Sebarkan artikel ini
Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, saat ditemui di Kediaman Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia di Jalan Madiun, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).(KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI)

JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menilai serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat menjadi bukti bahwa Washington tidak menghormati proses diplomasi yang tengah berlangsung.

Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran terjadi pada Sabtu (28/2/2026). Aksi militer tersebut berlangsung di tengah proses perundingan nuklir antara Teheran dan Washington yang belum menghasilkan kesepakatan final.

Padahal, menurut Boroujerdi, jalannya negosiasi sebenarnya berlangsung baik dan memperlihatkan perkembangan positif. Bahkan, terdapat rencana untuk melanjutkan pembicaraan lanjutan antara kedua negara.

“Dan tentu saja, ini membuktikan sekali lagi bahwa mereka tidak patuh terhadap diplomasi, tidak patuh terhadap negosiasi,” kata Boroujerdi seperti yang dirangkum dari program Breaking News Kompas TV, Senin (2/3/2026).

Ia menegaskan, serangan tersebut menunjukkan inkonsistensi pihak lawan saat dialog masih berlangsung. “Sekali lagi terbukti, bahwa lagi-lagi pada saat kami berada di meja perundingan mereka melakukan penyerangan terhadap Iran,” tambahnya.

Boroujerdi juga mengungkapkan bahwa Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, yang berperan sebagai mediator dan dianggap netral dalam perundingan tersebut, sebelumnya menyampaikan bahwa negosiasi telah mengarah pada perkembangan yang menjanjikan atau “arah yang menerangkan”.

Sebelum perundingan nuklir digelar, situasi antara kedua negara memang sudah berada dalam ketegangan tinggi. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bahkan sempat melontarkan ultimatum agar Iran segera mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya.

Trump juga mengancam akan mengambil langkah militer apabila kesepakatan tidak tercapai. Selain itu, ia telah memerintahkan pengerahan personel militer dan armada kapal perang Amerika Serikat ke kawasan Timur Tengah sebagai langkah antisipasi terhadap potensi eskalasi konflik.