Megapolitan

H+1 Lebaran, Jalur Garut Dipadati Wisatawan dan Pemudik, Polisi Berlakukan 13 Kali Sistem “One Way”

×

H+1 Lebaran, Jalur Garut Dipadati Wisatawan dan Pemudik, Polisi Berlakukan 13 Kali Sistem “One Way”

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi kemacetan. Antrean kendaraan di jalur Limbangan-Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat /Antara/Novrian Arbi

GARUT, TINTAHIJAU.com – Memasuki H+1 Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada Minggu (22/3/2026), arus lalu lintas di sejumlah jalur utama Kabupaten Garut, Jawa Barat, terpantau mengalami kepadatan. Peningkatan volume kendaraan ini didominasi oleh pergerakan wisatawan lokal maupun pemudik yang masih melintas di wilayah tersebut.

Kepadatan lalu lintas utamanya terkonsentrasi di dua rute vital Kabupaten Garut, yakni Jalur Limbangan-Malangbong dan Jalur Kadungora-Leles.

Pada jalur Limbangan-Malangbong, arus kendaraan dari arah barat yang menuju ke timur masih mendominasi jalanan. Sebagian besar dari pelintas di jalur ini merupakan pemudik dan wisatawan yang hendak melanjutkan perjalanan menuju arah Tasikmalaya hingga Jawa Tengah.

Sementara itu, situasi serupa juga terjadi di jalur Kadungora-Leles. Arus lalu lintas di kawasan ini dipadati oleh kendaraan wisatawan yang datang dari arah Bandung via Nagreg. Para wisatawan tersebut terpantau berbondong-bondong menuju ke sejumlah destinasi wisata populer di kawasan Garut, mulai dari area Garut Kota seperti Cipanas dan Darajat, hingga ke wisata alam Gunung Papandayan dan deretan pantai selatan.

Guna mengurai kemacetan akibat membeludaknya volume kendaraan, pihak kepolisian setempat langsung mengambil tindakan taktis. Kapolres Garut, AKBP Yugi Bayu Hendarto, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem buka tutup jalur atau one way.

“Sejak Minggu pagi hingga siang ini, one way telah dilaksanakan sebanyak 9 kali di jalur Limbangan-Malangbong dan 4 kali di jalur Kadungora-Leles. Total sudah 13 kali sistem buka tutup jalur diterapkan,” ungkap AKBP Yugi Bayu Hendarto.

Lebih lanjut, Yugi memastikan bahwa meskipun terjadi lonjakan volume kendaraan yang signifikan di gerbang masuk Garut, situasi lalu lintas secara umum masih dapat dikendalikan dengan baik.

“Personel kami terus bersiaga penuh di lapangan untuk mengatur arus lalu lintas. Alhamdulillah, hingga saat ini situasi masih terkendali,” tutupnya.