SUBANG, TINTAHIJAU.com – Kontroversi seputar Miss Universe Indonesia telah memasuki fase baru. Saat ini, persoalan yang melibatkan Miss Universe Indonesia telah mencapai pihak yang memiliki lisensi global, yaitu organisasi Miss Universe (MUO).
Miss Universe Organization secara resmi mengakhiri kolaborasi dengan PT Capella Swastika Karya yang dimiliki oleh Poppy Capella. Sebelumnya, perusahaan ini bertanggung jawab atas penyelenggaraan Miss Universe Indonesia.
PT Capella Swastika Karya seakan-akan masih baru dalam memegang lisensi Miss Universe Indonesia dari MUO. Sebelumnya, lisensi ini telah berada di bawah kepemilikan Yayasan Putri Indonesia (YPI) selama beberapa dekade.
Pada bulan Februari lalu, perusahaan yang dimiliki oleh Poppy Capella mengumumkan bahwa mereka telah menjalin kemitraan resmi dengan MUO. Hal ini memberikan hak kepada Poppy untuk mengirimkan perwakilan ke ajang Miss Universe Global untuk bersaing dalam kontes kecantikan internasional.
Biasanya, pemenang ajang Putri Indonesia akan mewakili negara dalam ajang tersebut setelah bersaing dengan para finalis dari berbagai provinsi di Indonesia dalam kontes yang diselenggarakan oleh YPI.
Kabar ini tentu saja mengejutkan YPI. Sebabnya, YPI dan MUO telah menjalin kerja sama selama sekitar 30 tahun lamanya.
Lebih lanjut, ketika Poppy Capella mengumumkan kepemilikan lisensi ini, YPI masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai kelanjutan kerja sama antara mereka dan MUO.
YPI juga merasa kecewa dengan proses lelang lisensi yang dilakukan oleh MUO saat itu. YPI hanya diberi waktu tiga hari kerja untuk menyusun tawaran kerja sama baru.
Pada saat itu, YPI juga merasakan ketidaktransparanan dalam proses perpindahan lisensi ini. YPI menduga bahwa ada faktor lain yang mempengaruhi perpindahan lisensi tersebut.
Penyelenggaraan Miss Universe Indonesia
Sebagai pemegang lisensi, PT Capella Swastika Karya memiliki hak untuk mengadakan kontes kecantikan yang terbuka bagi seluruh wanita Indonesia. Mereka berhasil mengundang 30 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Puncak acara diadakan dengan megah di Beach City International Stadium, Ancol, pada 3 Agustus yang lalu. Pada kesempatan itu, Fabienne Nicole dinobatkan sebagai pemenang kontes tersebut.
Namun, kejadian kontroversial muncul keesokan harinya. Kemenangan Fabienne disoroti karena dituduh ada unsur nepotisme. Tidak hanya itu, tuduhan pelecehan seksual juga mencuat, bahkan seorang finalis melaporkan insiden tersebut kepada pihak kepolisian.
Beberapa tokoh penting dalam organisasi baru ini, termasuk Rio Motret dan Elden Wang, memilih untuk mengundurkan diri.
Skandal pelecehan seksual yang terungkap dalam proses pemeriksaan fisik kontestan Miss Universe Indonesia semakin meluas. Bahkan, media internasional juga ikut memberitakan berita ini.
Akhirnya, pada hari Minggu tanggal 13 Agustus, MUO secara resmi mengakhiri kerja sama dengan PT Capella Swastika Karya. Ini berarti lisensi Miss Universe resmi dicabut dari perusahaan milik Poppy Capella.
“Setelah mempertimbangkan apa yang kami pelajari dari kejadian di Miss Universe Indonesia, kami menyadari bahwa waralaba ini tidak memenuhi standar merek, etika, atau ekspektasi kami sebagaimana diuraikan dalam panduan waralaba kami,” tulis Miss Universe Organization.

