Megapolitan

Iran Soroti Pernyataan Trump, Tegaskan Ketegangan Dipicu Intervensi AS di Selat Hormuz

×

Iran Soroti Pernyataan Trump, Tegaskan Ketegangan Dipicu Intervensi AS di Selat Hormuz

Sebarkan artikel ini
Presiden Donald Trump berbicara selama acara tentang Ikrar Perlindungan Pembayar Tarif, di Ruang Perjanjian Indian di Gedung Kantor Eksekutif Eisenhower di kompleks Gedung Putih, Rabu, 4 Maret 2026, di Washington. (Sumber: Foto AP/Jacquelyn Martin)

TEHERAN, TINTAHIJAU.com — Pemerintah Iran menanggapi pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengkritik sekutu-sekutunya di NATO terkait penolakan pengiriman pasukan ke Selat Hormuz. Dari sudut pandang Iran, pernyataan tersebut justru mencerminkan isolasi Washington di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Pihak Iran menilai keengganan negara-negara Eropa untuk terlibat dalam operasi militer menunjukkan bahwa banyak pihak internasional tidak melihat konflik ini sebagai kepentingan bersama, melainkan sebagai dampak dari kebijakan sepihak Amerika Serikat.

Dalam pernyataannya yang dikutip media internasional, Trump menyayangkan sikap sekutu NATO. “Mereka tidak mau membantu kami, luar biasa. Luar biasa,” ujarnya. Ia juga menambahkan, “Kami tidak membutuhkan bantuan. NATO membuat kesalahan yang sangat bodoh.”

Menanggapi hal itu, Iran memandang klaim tersebut sebagai kontradiktif. Di satu sisi Washington mengajak pembentukan koalisi militer, namun di sisi lain menyatakan tidak membutuhkan dukungan. Teheran menilai langkah tersebut memperlihatkan kebingungan strategi Amerika Serikat dalam menghadapi situasi di kawasan Teluk.

Lebih lanjut, klaim Trump mengenai keberhasilan melemahkan kekuatan militer dan kepemimpinan Iran juga dibantah secara implisit oleh pihak Iran. Teheran menegaskan bahwa stabilitas nasional tetap terjaga dan kemampuan pertahanan negara tidak mengalami kemunduran seperti yang diklaim.

Terkait Selat Hormuz, Iran kembali menegaskan bahwa keamanan jalur pelayaran di kawasan tersebut selama ini berada dalam kendali negara-negara regional. Menurut pandangan Teheran, kehadiran militer asing justru berpotensi memperkeruh situasi dan meningkatkan risiko konflik terbuka.

Trump juga menyatakan optimisme bahwa konflik akan segera berakhir dan harga minyak dunia akan turun. Ia mengatakan, “Segera setelah perang berakhir, yang mana akan terjadi sebentar lagi, harga-harga akan jatuh seperti batu. Lihatlah sendiri.”

Namun, Iran memandang pernyataan tersebut sebagai spekulatif dan tidak mencerminkan realitas di lapangan. Teheran menilai stabilitas kawasan hanya dapat dicapai melalui dialog dan penghormatan terhadap kedaulatan negara, bukan melalui tekanan militer atau pembentukan aliansi bersenjata.

Sebelumnya, Amerika Serikat mengusulkan pembentukan koalisi angkatan laut bersama sejumlah negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan China untuk mengamankan Selat Hormuz. Akan tetapi, sejumlah negara, terutama di Eropa, memilih tidak terlibat karena menilai konflik tersebut bukan prioritas kepentingan mereka.

Bagi Iran, penolakan tersebut menjadi sinyal bahwa pendekatan militer yang diusung Washington tidak mendapatkan dukungan luas dari komunitas internasional. Teheran pun kembali menyerukan penyelesaian damai guna menjaga stabilitas kawasan Teluk dan keamanan jalur energi global.