Megapolitan

Jam Tangan ‘Mencekik’ Pergelangan Seorang Gadis di Sukabumi, Damkar Turun Tangan

×

Jam Tangan ‘Mencekik’ Pergelangan Seorang Gadis di Sukabumi, Damkar Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
Petugas damkar saat evakuasi jam tangan remaja. (Foto: Dok Damkar Sukaraja)

SUKABUMI, TINTAHIJAU.com — Seorang remaja bernama Siti Alma Shabika (19), warga Desa Limbangan, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, mengalami kepanikan saat hendak melepas jam tangan sebelum beristirahat. Bukannya terlepas, aksesori tersebut justru mengencang dan menjepit pergelangan tangannya hingga menimbulkan rasa nyeri.

Peristiwa itu terjadi ketika Siti mencoba membuka jam seperti biasa pada malam hari. Diduga, mekanisme pengunci pada bagian jarum tengah mengalami gangguan. Alih-alih longgar, pengunci tersebut justru semakin mengerat dan menekan kulitnya.

Laporan kejadian kemudian diterima Posko VI Sukaraja, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sukabumi pada pagi hari. Kasus tersebut dikategorikan sebagai human rescue atau operasi penyelamatan non-kebakaran, sehingga petugas segera diterjunkan ke lokasi.

Komandan Regu Posko VI Sukaraja, Ade Feri, menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan laporan yang diterima pihaknya.

“Nampaknya itu kalau menurut pelapor sejak semalam, waktu jam tangannya mau tidur kan biasanya suka dibuka. Kemungkinan karena kurang keras atau gimana, justru malah ngunci si pengunci jarum tengahnya yang biasa nusuk di tengah-tengah talinya itu. Ditambah lagi jadi lebih erat, lebih mencekik,” ujar Ade Feri seperti yang dihimpun dari laman detikJabar, Kamis (19/9).

Menurutnya, upaya membuka jam secara paksa justru memperburuk kondisi. Jarum pengunci yang bengkok membuat sistem pengait terkunci semakin kuat di pergelangan tangan korban.

“Kemudian kemungkinan penyebabnya dibuka paksa, tapi justru malah si jarum tadi bengkok jadi tambah ngunci, bukannya terbuka. Itu pas pagi mereka menghubungi kita Damkar Sukaraja,” katanya.

Dua personel Damkar, Mulyadin dan Okke, langsung melakukan tindakan penyelamatan. Dengan menggunakan peralatan khusus, proses pelepasan jam berlangsung cepat dan terkendali. Beruntung, Siti tidak mengalami luka serius dan pergelangan tangannya dapat diselamatkan.

Ade menegaskan bahwa tugas Damkar tidak hanya sebatas memadamkan kebakaran. Pihaknya juga melayani berbagai kondisi darurat lain, termasuk membantu warga yang mengalami kesulitan melepas cincin atau aksesori yang menyebabkan pembengkakan.

“Bila masyarakat menemui kendala atau permasalahan, apakah cincin yang sudah lama tidak bisa dibuka sehingga membuat pembengkakan pada jarinya ataupun kasus jam tangan seperti tadi, jangan segan-segan meminta bantuan kami Posko Damkar Sukaraja,” tegasnya.

Ia juga memastikan bahwa seluruh layanan penyelamatan tersebut diberikan tanpa biaya.

“Kami siap melayani bantuan apapun selama kami bisa, kapanpun dan di manapun. Dan pelayanan kami itu gratis, tidak dipungut biaya,” pungkasnya.