BANDUNG, TINTAHIJAU.com — Dugaan kebocoran data kependudukan warga Kota Bandung mencuat setelah diungkap akun keamanan siber VECERT Analyzer di media sosial X pada 29 Maret 2026.
Akun tersebut memperingatkan potensi kebocoran data berskala besar yang dapat berdampak serius karena berkaitan dengan dokumen kependudukan. “PERINGATAN: Kebocoran Database Penduduk Bandung,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.
VECERT Analyzer menyebut pelaku dugaan pembobolan adalah kelompok hacker Petrunism yang diklaim telah menguasai lebih dari satu juta data individu warga Bandung.
“Kami mendeteksi kebocoran data besar yang berdampak pada Kota Bandung, Indonesia. Pelaku ancaman dengan nama ‘petrusnism’ telah merilis sebuah database yang berisi informasi pribadi rinci dari lebih dari satu juta warga, yang diduga diambil secara ilegal dari catatan resmi kependudukan,” ungkapnya.
Disebutkan, jumlah data yang bocor mencapai lebih dari 1.000.000 baris dan terjadi pada Maret 2026.
Pemerintah Kota Bandung melalui Disdukcapil masih melakukan penelusuran terkait kebenaran informasi tersebut. Kasus ini kembali menyoroti pentingnya perlindungan data pribadi di tengah meningkatnya ancaman siber.
Sumber: detikcom





