Majalengka, TINTAHIJAU.COM – Pemerintah Kabupaten Majalengka memastikan pembinaan cabang olahraga tetap berjalan meski kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Majalengka sempat digeledah penyidik Kejaksaan Negeri Majalengka terkait dugaan penyimpangan dana hibah tahun anggaran 2024–2025.
Sekretaris Daerah Majalengka, Aeron Randi, menegaskan bahwa proses hukum yang tengah berjalan tidak boleh mengganggu pembinaan atlet maupun persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi. Pemerintah daerah, kata dia, tetap berkomitmen menjaga keberlangsungan program olahraga.
“Pembinaan cabang olahraga tidak boleh berhenti. Dalam rangka meningkatkan prestasi dan sebagai wadah pembinaan atlet, semuanya harus tetap berjalan. Kasus yang sedang berjalan tidak boleh menghentikan pembinaan karena pemerintah daerah melalui Dispora tetap siap memfasilitasi,” ujar Aeron, Senin (6/4/2026).
Ia menambahkan, Pemkab Majalengka menghormati sepenuhnya proses hukum yang dilakukan Kejari Majalengka. Namun di sisi lain, pembinaan atlet dan persiapan kompetisi harus tetap menjadi prioritas agar prestasi olahraga daerah tidak terganggu.
Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran pembinaan olahraga sebesar Rp3 miliar untuk tahun 2025 hingga 2026. Anggaran itu akan digunakan untuk mendukung pembinaan cabang olahraga serta persiapan atlet menghadapi berbagai kejuaraan, termasuk Porprov.
“Tahun 2025 sampai 2026 sudah dianggarkan sekitar Rp3 miliar. Kita akan evaluasi dan tetap menghargai proses hukum yang sedang berjalan. Kondisi ini harus disikapi dengan penuh kehati-hatian,” katanya.
Aeron juga meminta seluruh pengurus cabang olahraga (pengcab) tidak perlu khawatir dengan situasi yang terjadi di tubuh KONI. Ia memastikan program pembinaan tetap berjalan dan persiapan menuju Porprov tetap menjadi perhatian utama.
“Pengcab jangan khawatir menghadapi Porprov. Pembinaan tetap berjalan dan pemerintah daerah siap memfasilitasi,” tegasnya.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa keberadaan KONI merupakan bentuk pengabdian untuk memajukan olahraga daerah, bukan sebagai tempat mencari penghidupan. Fokus utama organisasi olahraga, lanjutnya, adalah melahirkan atlet berprestasi.
“KONI adalah jabatan pengabdian, jangan pernah menggantungkan hidup di KONI. Yang terpenting adalah bagaimana memfasilitasi atlet dan melahirkan atlet berprestasi,” ujarnya.
Aeron juga mendorong pengurus cabang olahraga untuk lebih kreatif dalam meningkatkan prestasi atlet melalui inovasi pembinaan dan kolaborasi dengan berbagai pihak.
Pemerintah Kabupaten Majalengka berharap situasi yang terjadi di KONI tidak memengaruhi semangat pembinaan olahraga.
Dengan dukungan anggaran, fasilitas, serta komitmen bersama, pembinaan atlet diharapkan tetap optimal dan mampu mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi maupun nasional.
Sementara itu, proses penyelidikan dugaan penyimpangan dana hibah KONI oleh Kejari Majalengka hingga kini masih terus berjalan. Pemerintah daerah menegaskan akan menghormati dan mendukung penegakan hukum secara transparan dan akuntabel.





