JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Suasana kesedihan mendalam menyelimuti rumah duka GPIB Effatha yang berlokasi di kawasan Melawai, Jakarta Selatan, pada Minggu (12/7). Komedian senior Simson Rarameha Ngadang, atau yang lebih populer dikenal dengan nama panggung Temon Templar, mengembuskan napas terakhirnya pada usia 59 tahun. Sebelum dinyatakan meninggal dunia, almarhum sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Pihak keluarga menduga bahwa penyebab wafatnya sang pelawak akibat serangan jantung. Sebagai bentuk penghormatan terakhir untuk figur yang semasa hidupnya kerap mengocok perut masyarakat ini, halaman rumah duka tampak dipenuhi oleh deretan karangan bunga kiriman dari kerabat sesama artis dan komedian.

Sosok Jenaka di Mata Keluarga
Bagi sang istri, Mae, almarhum bukan sekadar penghibur di layar kaca atau panggung komedi, melainkan seorang pendamping hidup yang senantiasa menghadirkan keceriaan di tengah keluarga. Mae mengingat suaminya sebagai pribadi yang penuh tanggung jawab, humoris, dan selalu berupaya membahagiakannya dalam kondisi apa pun.
“Saya kenal dia dari umur 19 tahun. Buat saya, saya manggil dia abangnya. Selalu bikin saya ketawa. Dulu kalau saya kerja lagi suntuk, dia pasti melakukan apa saja cuma buat bikin saya ketawa,” ujar Mae.
Mae juga mengungkapkan bahwa karakter jenaka Temon tidak berubah, baik saat bekerja di industri hiburan maupun ketika berada di rumah bersama keluarga.
“Buat saya dia suami yang hebat,” tuturnya.
Sumber: KOMPAS





