BANDUNG BARAT, TINTAHIJAU.com — Pemilik konter handphone di Jalan Radio, Desa Cililin, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menjadi korban percobaan penipuan dengan modus isi ulang atau top up dompet digital menggunakan uang palsu.
Peristiwa tersebut dialami Tahtan (46) bersama istrinya, Ani Hadianti (38), pada Sabtu (2/5/2026) malam saat sedang menjaga konter mereka. Kejadian bermula ketika seorang pria datang berpura-pura sebagai konsumen.
“Betul kami terima laporan soal adanya peredaran uang palsu di daerah Cililin. Jadi berdasarkan keterangan pemilik konter, terduga pelakunya seorang laki-laki yang berpura-pura menjadi konsumen,” kata Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat, Senin (4/5/2026).
Pelaku kemudian meminta pengisian saldo dompet digital sebesar Rp500 ribu. Setelah korban memproses transaksi, pelaku menyerahkan uang tunai pecahan Rp50 ribu dengan total Rp500 ribu.
Namun korban mulai curiga karena tekstur uang yang diterima terasa berbeda. “Korban kemudian menerima uang Rp500 ribu dari terduga pelaku. Nah saat itu, korban merasa curiga dengan uang dari terduga pelaku karena tekstur uang yang dipegang agak berbeda,” ujar Gofur.
Menyadari adanya kejanggalan, korban meminta pelaku mengembalikan saldo yang telah masuk. Pelaku sempat mengembalikan sebagian saldo sebesar Rp200 ribu dan menarik kembali uang palsu tersebut sebelum melarikan diri dari lokasi.
“Pelaku akhirnya mengembalikan saldo sebesar Rp200 ribu, dan mengambil kembali uang palsunya, dan segera meninggalkan lokasi. Jadi uang yang palsu itu tidak semuanya, hanya Rp200 ribu,” kata Gofur.
Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan terkait kasus peredaran uang palsu tersebut. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk mengungkap identitas pelaku.
“Jadi kami saat ini masih melakukan penyelidikan terkait peredaran uang palsu tersebut. Beberapa saksi sudah kami minta keterangan, kebetulan belum ada kerugian,” ujar Gofur.





