JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Pihak kepolisian menyampaikan perkembangan kondisi pelajar yang menjadi korban penyiraman cairan kimia oleh sesama pelajar di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Korban dilaporkan berangsur pulih dan saat ini menjalani perawatan jalan di rumah.
Kepala Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Rita Oktavia, mengatakan kondisi kesehatan korban terus menunjukkan perbaikan setelah menjalani pemeriksaan medis.
“Kondisi korban saat ini di rumah, korban rawat jalan. Kemarin chek up ke rumah sakit, sudah pulih kondisinya,” ujar Rita, seperti yang dilansir di laman KOMPAS, dikutip Rabu (11/2/2026).
Dalam peristiwa tersebut, korban sempat mengalami luka dan cedera pada bagian mata akibat terkena cairan kimia. Rita menjelaskan, kondisi penglihatan korban kini mulai membaik. Salah satu mata korban bahkan sudah kembali dapat melihat dengan jelas.
“Awalnya perbannya dipasang dua-duanya, sekarang sudah dilepas satu, yang sebelah kanan sudah mulai melihat jelas, yang sebelah kiri masih buram,” jelasnya.
Rita juga menegaskan bahwa cairan yang digunakan pelaku bukan air keras, melainkan bahan kimia dengan tingkat korosif yang lebih rendah. Menurutnya, cairan tersebut tidak menimbulkan luka bakar serius pada kulit.
“Karena ini bahan kimia, bahan ini tidak terlalu keras jadi hanya menimbulkan merah-merah saja kalau kena kulit,” ujarnya.
Peristiwa penyiraman tersebut terjadi pada Jumat (7/2/2026) di Jalan Cempaka Raya, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi, kejadian bermula saat korban yang berboncengan sepeda motor melintas di ruas jalan tersebut pada sore hari.
Dari arah berlawanan, terlihat tiga pelajar yang juga mengendarai satu sepeda motor mendekati korban. Saat jarak kedua kendaraan semakin dekat, salah satu pelaku tiba-tiba mendekat dan langsung menyiramkan cairan kimia yang telah disiapkan ke arah korban yang saat itu berboncengan tiga. Akibatnya, cairan tersebut mengenai mata korban.
Pasca kejadian, aparat kepolisian bergerak cepat dan berhasil mengamankan ketiga pelaku untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi kini masih melakukan pendalaman guna mengungkap motif dan peran masing-masing pelaku dalam insiden tersebut.





