Megapolitan

Tangis Haru di Ponpes Cipasung, Kapolda Jabar Wujudkan Mimpi Umrah Seorang Guru

×

Tangis Haru di Ponpes Cipasung, Kapolda Jabar Wujudkan Mimpi Umrah Seorang Guru

Sebarkan artikel ini
Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan bersama guru ponpes Cipasung (Foto: Wisma Putra/detikJabar)

SINGAPARNA, TINTAHIJAU.com – Suasana khidmat nan ramai mewarnai kegiatan belajar mengajar di Pondok Pesantren Cipasung, Kecamatan Singaparna, pada Jumat (27/2/2026) pagi. Di tengah rutinitas pesantren tersebut, hadir momen istimewa saat Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, melakukan kunjungan kerja sekaligus memberikan kejutan tak terduga kepada salah satu tenaga pengajar.

Dalam kunjungannya sekitar pukul 09.45 WIB, Irjen Pol Rudi Setiawan mulanya bersilaturahmi ke kediaman pimpinan Ponpes Cipasung, KH Ubaidillah, dilanjutkan dengan meninjau area dapur umum santri.

Sapaan Hangat di Ruang Kelas

Setelah berkeliling kawasan pesantren bersama KH Ubaidillah, rombongan Kapolda sebenarnya sudah bersiap untuk meninggalkan lokasi. Rangkaian kendaraan pun telah terparkir rapi menanti kepulangan jenderal bintang dua tersebut. Namun, di luar dugaan, Kapolda Jabar justru mengarahkan langkahnya menuju sebuah ruang kelas di lantai dua untuk menyapa para santri secara langsung.

Interaksi hangat pun seketika terjalin antara Kapolda dan para santri di tengah suasana bulan suci.

“Assalamualaikum. Puasa semua ya?” kata Rudi.

“Puasa,” ucap santri.

“Belajar yang rajin ya, ikuti apa yang disampaikan ustazah, atau ibu guru,” tambah Rudi.

Di akhir perjumpaannya dengan para santri, beliau menyempatkan diri bersalaman seraya menitipkan pesan penting terkait ibadah.

“Kedua jangan lupa salat, itu saja pesan dari bapak, selamat belajar ya,” ucap Rudi sambil menyalami para santri.

Kejutan Umrah yang Mengundang Air Mata

Momen paling mengharukan terjadi usai Kapolda menyapa para santri. Ia meluangkan waktu berbincang sejenak dengan De Ucu Nursaidah, seorang guru Bahasa Arab untuk siswa kelas 1 hingga 6 SD di pesantren tersebut. Tanpa disangka-sangka, Kapolda Jabar memberikan hadiah berupa paket ibadah umrah gratis untuk Nursaidah dan suaminya.

Mendengar kabar bahagia yang datang tiba-tiba itu, Nursaidah tak kuasa menahan derai air mata dan langsung memanjatkan syukur.

“Alhamdulillah. Ya Allah Allahu Akbar, terima kasih bapak, terima kasih,” kata Nursaidah.

Merespons haru sang guru, Kapolda langsung menginstruksikan jajarannya untuk memproses administrasi keberangkatan.

“Nanti berikan datanya ya bu,” kata Rudi sambil meminta bawahannya segera melakukan pendataan.

Ia juga menyampaikan niat baiknya tersebut secara langsung kepada pimpinan pondok pesantren.

“Pak, ini saya naikkan umrah bersama suaminya,” kata Rudi lagi kepada KH Ubaidillah.

Penantian Haji Sejak 2020

Bagi Nursaidah, hadiah umrah ini bak oase di tengah penantian panjangnya. Ia bercerita bahwa dirinya sebenarnya telah mendaftarkan diri untuk ibadah haji pada tahun 2020 silam. Mengingat daftar tunggu haji reguler yang memakan waktu hingga bertahun-tahun, ia belum mengetahui pasti kapan jadwal keberangkatannya ke Tanah Suci.

“Anugerah yang luar biasa bisa bertemu dengan Bapak Kapolda, ini serasa mimpi ya Allah,” kata Nursaidah.

“Saya baru daftar 2020, kemungkinan berapa lama akan dipanggil,” tambahnya.

Rasa syukurnya pun mengalir deras karena kini ia bisa menginjakkan kaki di Tanah Suci lebih cepat melalui ibadah umrah bersama sang suami tercinta.

“Melalui Bapak Kapolda saya berkesempatan untuk berumrah dulu, bersama suami, terima kasih. Semoga Allah memberi kebaikan bagi bapak, semoga ini menjadi wasilah kebermanfaatan dan ridho dari Allah SWT,” pungkas guru Bahasa Arab untuk kelas 1-6 SD tersebut.

Sumber: detikJabar