Megapolitan

‎TMMD ke-127, Saat Tangan-Tangan TNI dan Warga Mengangkat Harapan di Rumah Rohman‎‎

×

‎TMMD ke-127, Saat Tangan-Tangan TNI dan Warga Mengangkat Harapan di Rumah Rohman‎‎

Sebarkan artikel ini

Majalengka, TINTAHIJAU.com – Pagi itu, suara palu dan kayu yang dibongkar memecah kesunyian di sebuah sudut desa di Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka.

Di bawah terik matahari yang belum terlalu tinggi, personel Kodim 0617/Majalengka bersama warga bahu-membahu merobohkan dinding rumah sederhana milik Rohman, penjaga SMA Negeri 1 Sindangwangi, Selasa (17/2/2026) lalu.‎‎

Bukan sekadar pembongkaran rumah biasa. Di balik puing-puing kayu dan genting yang diturunkan perlahan, terselip harapan baru bagi Rohman dan keluarganya. Rumah yang selama ini ditempati dalam kondisi kurang layak, kini menjadi bagian dari sasaran fisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127.‎‎

Dengan seragam loreng yang mulai berdebu, para prajurit TNI tampak menyatu dengan warga. Tidak ada sekat, tidak ada jarak. Mereka saling melempar senyum, sesekali bercanda ringan, sembari tetap fokus menyelesaikan pekerjaan. Gotong royong menjadi bahasa yang paling mudah dipahami hari itu.‎‎

Dansatgas TMMD ke-127 Kodim 0617/Majalengka, Letkol Inf Fahmi Guruh Rahayu, mengatakan pembongkaran ini merupakan tahap awal dari renovasi total rumah Rohman agar menjadi lebih layak huni.‎‎

“Melalui TMMD, kami ingin hadir bukan hanya membangun jalan atau fasilitas umum, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Rumah yang layak adalah awal dari kehidupan yang lebih baik,” ujarnya di sela kegiatan.‎‎

Program TMMD memang tak sekadar proyek pembangunan. Ia adalah pertemuan antara pengabdian dan kepedulian. ‎‎

Di Majalengka, TMMD ke-127 tidak hanya menyasar infrastruktur, tetapi juga menghadirkan penyuluhan dan kegiatan nonfisik yang memperkuat ketahanan sosial masyarakat.‎‎

Bagi Rohman, hari itu menjadi momen yang sulit dilupakan. Dengan mata yang berkaca-kaca, ia menyaksikan rumahnya dibongkar—bukan untuk dihancurkan, melainkan untuk dibangun kembali.‎‎

“Sudah lama rumah ini butuh perbaikan. Saya tidak menyangka akan mendapat bantuan sebesar ini. Terima kasih kepada TNI dan semua warga yang sudah membantu,” tuturnya lirih.‎‎

Di tengah semangat kebersamaan itu, TMMD ke-127 seolah menghidupkan kembali nilai lama yang tak lekang oleh waktu: gotong royong. Ketika TNI dan rakyat bekerja bersama, bukan hanya bangunan yang berdiri, tetapi juga rasa percaya dan persaudaraan yang semakin kokoh.‎‎

Dari puing-puing rumah sederhana Rohman, tumbuh harapan baru—bahwa kebersamaan selalu mampu menghadirkan perubahan.‎‎

Tak hanya Rohman yang berbagi kebahagiaan, warga lain juga merasakan yang sama, dimana setiap musim kemarau, sebagian warga Desa Sindangwangi, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, harus berhemat air. ‎‎

Pasalnya, sumur warga kerap kali mengering, sementara kebutuhan air bersih tetap berjalan untuk memasak, mandi, hingga kebutuhan ibadah. Kondisi itulah yang menjadi latar dibangunnya lima titik sumur bor oleh Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 0617/Majalengka.

‎‎Dandim 0617/Majalengka, Letkol Inf Fahmi Guruh Rahayu mengatakan, pembangunan sumur bor tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, yang difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses air bersih di wilayah rawan kekeringan.

‎‎Fahmi menambahkan, persoalan ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak warga saat musim kemarau.

‎‎“Di Sindangwangi ini, saat kemarau warga kerap kesulitan air. Karena itu, pembangunan sumur bor menjadi prioritas agar masyarakat memiliki sumber air yang lebih permanen,” tambahnya.‎‎

Menurutnya, lima titik sumur bor tersebut dirancang untuk melayani kebutuhan warga di beberapa lokasi yang selama ini bergantung pada sumber air musiman. Keberadaan sumur bor diharapkan dapat mengurangi ketergantungan warga terhadap pasokan air dari luar desa.‎‎

“Program sumur bor ini merupakan program unggulan Bapak KASAD sebagai bentuk kepedulian TNI AD terhadap kesejahteraan masyarakat. Harapannya, sumur bor ini bisa dimanfaatkan dan dirawat bersama oleh warga,” tuturnya.

‎‎Pelaksanaan TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur jalan dan sarana fisik lainnya, tetapi juga menyasar kebutuhan dasar yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.‎‎

“Air bersih adalah kebutuhan utama. Kalau ini terpenuhi, aktivitas warga bisa berjalan lebih baik, terutama saat kemarau panjang,” ucapnya.

‎‎Pembangunan lima titik sumur bor tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan TMMD ke-127 di Desa Sindangwangi. Melalui program ini, TNI tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga berupaya menghadirkan solusi konkret atas persoalan yang dihadapi warga sehari-hari.‎‎

Fahmi berharap, dengan tersedianya sumber air bersih yang lebih stabil, warga Desa Sindangwangi tidak lagi mengalami krisis air setiap kemarau, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan masyarakat dalam pembangunan desa.‎‎

Dukungan juga datang dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) bahwa  program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 yang dilaksanakan Kodim 0617/Majalengka sarat dengan makna dan nilai bagi masyarakat.‎‎

Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur hingga pelayanan sosial yang langsung dirasakan masyarakat desa.

‎‎Hal itu disampaikan KDM saat meninjau longsor di wilayah selatan Majalengka, dimana ia menilai kehadiran TMMD menjadi bagian penting dalam percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana sekaligus pembangunan desa secara berkelanjutan. ‎

“Program TMMD dinilai sejalan dengan upaya pemerintah provinsi dalam memperkuat ketahanan desa, baik dari sisi infrastruktur, ekonomi, maupun sosial,” ungkapnya, Kamis (19/02/2026).

‎‎Salah satu sasaran TMMD ke-127 berada di Desa Sindangwangi dan Desa Bantaragung, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka.

Melalui kegiatan Pra TMMD, Kodim 0617/Majalengka mulai melakukan perbaikan akses jalan penghubung antar desa yang selama ini menjadi jalur utama aktivitas warga, khususnya petani, sekaligus akses menuju kawasan wisata alam Ciboer Pass.‎‎

Sementara itu sasaran pokok fisik APBD Kabupaten Majalengka dalam TMMD ke-127 diantarnya ialah:‎‎ 1. Pembukaan Jalan dengan panjang 1.000 M X Lebar 3 M‎ 2. Pengerasan Badan jalan panjang 1,000 M X Lebar 2,5 Mv3. Pembuatan gorong gorong 5 TITIK‎ 4. Pembuatan TPT Panjang 1.800 XT.1MXL. 40 CM‎‎

Dan sasaran tambahan APBD Kabupaten Majalengka:‎ 1. Rutilahu 1 unit‎ 2. Pembuatan Sumur bor 5 titik ‎3. Pembuatan Pos Kamling