MAJALENGKA, TINTAHIJAU.com — – Publik Kabupaten Majalengka tengah dihebohkan oleh sebuah potret kontras yang memilukan di dunia pendidikan. SDN Gandawesi II yang terletak di Kecamatan Ligung menjadi sorotan tajam setelah kondisinya yang memprihatinkan viral di media sosial. Sekolah tersebut tampak kontras dengan keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPP)—dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG)—yang berdiri megah dan bagus di wilayah yang sama.
Ketimpangan visual antara fasilitas dapur program nasional yang apik dengan gedung sekolah yang masuk kategori rusak berat ini memicu beragam reaksi masyarakat. Banyak pihak mempertanyakan prioritas anggaran saat siswa harus belajar di bawah ancaman bangunan ambruk.
Merespons kegaduhan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka melalui Dinas Pendidikan (Disdik) setempat akhirnya angkat bicara. Pemerintah tidak menampik bahwa kondisi SDN Gandawesi II memang dalam keadaan rusak berat.
Pihak Disdik mengklaim bahwa sebelum kondisi sekolah tersebut viral, mereka telah melakukan pendataan dan pemetaan. Langkah ini diklaim sebagai upaya mitigasi untuk menghindari potensi kerawanan, termasuk risiko ambruknya bangunan saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
“Kami sudah mengusulkan perbaikan melalui program revitalisasi ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen),” ujar pihak terkait.
Salah satu kendala administratif yang sempat mengemuka adalah status lahan sekolah yang berada di atas tanah milik TNI AU. Namun, Disdik memastikan bahwa proses koordinasi dan kelengkapan administrasi terkait status lahan tersebut kini telah dirampungkan.
Kabar baik datang dari tingkat pusat. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan bahwa SDN Gandawesi II akan segera mendapatkan sentuhan perbaikan. Melalui unggahan resminya pada Jumat (17/4/2026), Kemendikdasmen menyatakan sekolah tersebut masuk dalam Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026.
Langkah ini diambil guna meningkatkan standar kelayakan, keamanan, serta kenyamanan bagi para siswa dalam menuntut ilmu. Tidak hanya di Majalengka, program serupa juga menyasar beberapa sekolah lain di Indonesia yang mengalami nasib serupa, di antaranya:
- SDN Gandawesi II (Majalengka, Jawa Barat)
- SDN Boof (Nusa Tenggara Timur)
- SDN Limbangan 02 (Brebes, Jawa Tengah)
Pemerintah berharap dengan adanya perbaikan fasilitas ini, tidak ada lagi disparitas mencolok antara fasilitas penunjang seperti dapur gizi dengan ruang kelas utama. Fokus utama saat ini adalah memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan di lingkungan yang aman dan manusiawi.
Sumber: detikJabar





