NEW YORK, TINTAHIJAU.com — Wali Kota New York, Zohran Mamdani, membuat kejutan di hadapan warganya lewat sebuah pernyataan tak terduga mengenai jalannya kompetisi Piala Dunia 2026. Di tengah agenda resmi pemerintahan, Mamdani melontarkan komentar emosional dan menyebut bahwa Tim Nasional Mesir telah “dirampok” saat menghadapi Argentina di babak 16 besar.
Pernyataan menggelitik sekaligus mengejutkan tersebut disampaikan Mamdani saat menghadiri acara makan siang bertajuk “Perhentian Berikutnya: Bus yang Lebih Baik, Layanan yang Lebih Cepat” di Kota New York.
Selipan Kritik di Tengah Pidato Transportasi
Awalnya, Wali Kota New York tersebut sedang memaparkan program evaluasi rute bus kota. Ia menjelaskan bagaimana penyederhanaan rute transportasi publik dapat menghemat waktu para komuter lokal hingga 24 jam waktu pribadi dalam periode enam bulan.
“Itu berarti sarapan bersama keluarga Anda,” ujar Mamdani dalam pidatonya, dikutip dari India Today, Kamis (9/7/2026). “Artinya Anda punya waktu untuk berdebat soal ball dan strike pada pertandingan Little League (Baseball) putra Anda. Artinya bisa pulang tepat waktu untuk tidur.”
Namun, di sela-sela penjelasannya mengenai efisiensi waktu tersebut, Mamdani tiba-tiba membelokkan topik pembicaraan ke ranah sepak bola yang langsung disambut riuh sorakan warga yang hadir.
“Itu juga berarti Anda memiliki waktu untuk bersepakat dengan teman Anda bahwa Mesir dirampok kemarin,” cetus Mamdani.
“Di atas semua itu, juga berarti adanya waktu pulang bagi warga New York yang tak memiliki cukup hal tersebut,” tambahnya.
Kontroversi VAR dan Keputusan Wasit Francois Letexier
Pernyataan blak-blakan dari orang nomor satu di New York ini semakin menggemakan gelombang protes yang sebelumnya sudah disuarakan oleh para pemain, pelatih, dan pendukung Timnas Mesir. Mereka menilai kepemimpinan wasit dalam laga yang digelar di Mercedes-Benz Stadium pada Selasa (7/7/2026) malam WIB tersebut sangat berat sebelah.
Laga panas babak 16 besar itu sendiri berakhir dengan skor 2-3 untuk kemenangan Argentina. Mesir sebenarnya sempat memimpin unggul dua gol terlebih dahulu sebelum akhirnya Argentina bangkit membalikkan keadaan.
Kepemimpinan wasit Francois Letexier menjadi sorotan tajam setelah dirinya menganulir gol dari pemain Mesir, Mostafa Zico, usai melakukan peninjauan ulang lewat Video Assistant Referee (VAR).
Letexier menganulir gol Zico karena menganggap telah terjadi pelanggaran berupa injakan kaki yang dilakukan pemain Mesir terhadap bek Argentina, Lisandro Martinez. Keputusan ini dinilai kontroversial lantaran insiden pelanggaran tersebut sejatinya terjadi lebih dari 20 detik sebelum gol tercipta, serta berada di area lapangan yang sangat jauh dari proses terjadinya gol.
Meski kubu Argentina—termasuk Lionel Messi—membela keputusan wasit dan menyayangkan label “kontroversial” pada laga tersebut, komentar dari Zohran Mamdani menunjukkan bahwa gaung perdebatan laga sengit ini telah meluas jauh hingga ke luar lapangan hijau, bahkan menjadi perbincangan hangat di tingkat politik Kota New York.




