Pemerintahan

Prabowo Sentil Aparat dan Birokrat, “Bintangmu dari Rakyat, Jangan Pernah Lupa Itu”

×

Prabowo Sentil Aparat dan Birokrat, “Bintangmu dari Rakyat, Jangan Pernah Lupa Itu”

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo saat meresmikan pembangunan ratusan jembatan di seluruh Indonesia secara daring melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin, 9 Maret 2026 (Foto: Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden)

LOMBOK, TINTAHIJAU.com – Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan keras kepada seluruh jajaran birokrat, aparat militer, kepolisian, hingga institusi kejaksaan untuk melakukan introspeksi diri secara mendalam.

Ketegasan ini disampaikan Kepala Negara di tengah memanasnya sorotan publik terkait dugaan perseteruan antarlembaga penegak hukum, khususnya pasca-penggeledahan besar-besaran yang dilakukan oleh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri.

Teguran Keras saat Peresmian Bendungan

Pernyataan menohok tersebut dilontarkan Presiden Prabowo saat menghadiri agenda peresmian Bendungan Meninting yang berlokasi di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat (10/7/2026). Di hadapan para pejabat yang hadir, ia meminta seluruh pelayan publik untuk menanggalkan sikap jumawa.

“Saya minta kita introspeksi, terutama para birokrat. Ini banyak birokrat di sini yang saya lihat. Birokrat introspeksi. Kita semua introspeksi,” ujar Presiden Prabowo Subianto.

Presiden mengingatkan bahwa segala atribut, fasilitas, hingga pangkat tinggi yang melekat pada tubuh para pejabat militer, polisi, maupun jaksa sepenuhnya dibiayai oleh uang rakyat. Oleh sebab itu, ego sektoral dan sikap angkuh sama sekali tidak memiliki tempat.

“Pejabat-pejabat militer dan polisi introspeksi. Saudara adalah milik rakyat. Bintangmu dari rakyat, sepatumu dari rakyat, topimu dari rakyat, jangan pernah lupa itu,” tegas dia.

Tidak berhenti di situ, Korps Adhyaksa juga tidak luput dari sasaran teguran langsung sang Presiden.

“Kejaksaan demikian juga. Anda jaksa ya? Pakai bintang juga kau? Kau juga milik rakyat,” sambungnya.

Latar Belakang: Penggeledahan dan Sitaan Fantastis Polri

Sentilan mendalam dari Presiden Prabowo ini dinilai banyak pihak sebagai respons langsung atas situasi terkini yang melibatkan Kortastipidkor Polri dan pihak Kejaksaan Agung.

Sebelumnya, Kortastipidkor Polri bergerak cepat melakukan penggeledahan di belasan titik strategis. Operasi ini dilakukan guna mengusut dugaan kasus suap, gratifikasi, serta Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menyeret nama Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Diansyah.

Pengusutan tersebut ditengarai berkaitan dengan penanganan sejumlah kasus korupsi kakap, seperti:

  • Kasus PLN Blackout
  • Kasus PT Asabri
  • Kasus PT Jiwasraya
  • Kasus PT Krakatau Steel

Dari rangkaian penggeledahan tersebut, pihak kepolisian berhasil mengamankan sejumlah aset bernilai fantastis yang diduga milik Jampidsus Febrie Diansyah, meliputi:

  • Emas batangan seberat 74 kilogram
  • Uang tunai senilai Rp476 Miliar
  • Berbagai dokumen penting dan sebuah foto keluarga Jampidsus.

Langkah berani Polri yang menggeledah aset petinggi Kejaksaan Agung ini sempat memicu spekulasi di ruang publik mengenai adanya ketegangan hubungan antar-institusi penegak hukum di Indonesia, hingga akhirnya memantik respons tegas dari Presiden Prabowo agar semua pihak kembali ingat pada esensi tugas mereka sebagai pelayan masyarakat.

Sumber: KOMPAS.tv