BANDUNG, TINTAHIJAU.COM – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan komitmennya untuk memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 berjalan secara objektif, transparan, dan bebas dari praktik kecurangan.
Di tengah berbagai isu yang beredar terkait dugaan jual beli kursi dan permainan dalam penerimaan siswa baru, Dedi Mulyadi meminta masyarakat untuk tidak sekadar menyebarkan kabar tanpa bukti. Ia menantang siapa pun yang mengetahui adanya pelanggaran untuk melaporkannya secara resmi.
“Sebutin siapa yang jual beli. Di mana sebutin, jangan isu. Sebutin namanya, gurunya siapa, pejabatnya siapa. Laporin, proses hukum,” tegas Dedi saat berada di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Selasa (9/6/2026).
Pria yang akrab disapa KDM itu mengatakan, seluruh laporan terkait dugaan kecurangan akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Menurutnya, transparansi menjadi kunci agar kepercayaan masyarakat terhadap sistem penerimaan siswa baru tetap terjaga.
Selain menanggapi isu kecurangan, KDM juga meminta para orang tua calon peserta didik untuk tidak panik menghadapi proses SPMB yang saat ini masih berlangsung.
Saat ini, SPMB memasuki tahapan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) yang berlangsung sejak 29 Mei hingga 9 Juni 2026 pukul 21.00 WIB. Pada tahap tersebut, calon siswa menentukan pilihan sekolah sesuai jalur yang tersedia, sementara hasil seleksi akan diumumkan pada 12 Juni 2026.
KDM memastikan siswa yang belum diterima pada pengumuman awal masih memiliki peluang melalui SPMB Tahap 1 dan Tahap 2.
SPMB Tahap 1 dijadwalkan berlangsung pada 15–19 Juni 2026 dengan pengumuman hasil pada 25 Juni 2026. Sementara SPMB Tahap 2 akan dibuka pada 30 Juni hingga 6 Juli 2026 dan diumumkan pada 10 Juli 2026.
“Masih punya waktu yang cukup untuk membenahi. Kita perbaiki,” ujarnya.
Menurut Dedi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus melakukan penyempurnaan sistem digital SPMB agar seluruh proses berjalan lancar hingga selesai. Ia memastikan penentuan hasil seleksi dilakukan berdasarkan petunjuk teknis yang berlaku dan sesuai dengan capaian nilai masing-masing peserta.
Dengan pengawasan yang terus diperketat, KDM berharap pelaksanaan SPMB 2026 dapat berlangsung adil dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh calon peserta didik di Jawa Barat.





