Pemerintahan

Anggota DPRD Jabar: RSUD Subang Butuh Tambahan 111 Tempat Tidur

×

Anggota DPRD Jabar: RSUD Subang Butuh Tambahan 111 Tempat Tidur

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Subang membutuhkan tambahan ratusan tempat tidur pasien guna mengoptimalkan pelayanan kesehatan. Hal tersebut terungkap saat Anggota DPRD Jawa Barat, Encep Sugiana, menggelar kunjungan reses ke RSUD Subang, Kamis (26/2/2026).

Anggota DPRD dari daerah pemilihan Subang, Majalengka, dan Sumedang itu menyampaikan, kunjungan tersebut dilakukan untuk menggali informasi langsung terkait penyelenggaraan pelayanan kesehatan di RSUD Subang, termasuk berbagai persoalan krusial yang tengah dihadapi.

Dalam pertemuan tersebut, manajemen rumah sakit menyampaikan bahwa salah satu persoalan mendesak adalah keterbatasan ruang rawat inap. Saat ini, antara jumlah kunjungan pasien dengan kapasitas tempat tidur yang tersedia masih belum seimbang.

“Kurang lebih masih kekurangan sekitar 111 tempat tidur untuk meningkatkan pelayanan kepada pasien, terutama pasien rawat inap peserta BPJS,” ungkap Encep.

Menurutnya, penambahan tempat tidur ini penting agar seluruh pasien yang membutuhkan perawatan inap bisa terlayani secara maksimal tanpa harus menunggu lama atau dirujuk ke luar daerah.

Ia juga menegaskan bahwa sesuai aturan, sekitar 10 persen dari total tempat tidur yang dimiliki rumah sakit harus didukung dengan ketersediaan ruang ICU. Artinya, jika terjadi penambahan 111 tempat tidur rawat inap, maka kebutuhan ruang ICU pun otomatis ikut bertambah.

“Ini harus menjadi perhatian bersama agar pelayanan kesehatan di Kabupaten Subang bisa lebih optimal,” tegasnya.

Ruang Bedah Sentral Perlu Direhabilitasi
Selain ruang rawat inap, Encep juga menyoroti kondisi ruang bedah sentral yang dinilai sudah cukup lama dan memiliki keterbatasan ruangan maupun peralatan.

Untuk rehabilitasi fisik ruang bedah sentral diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp3,8 miliar, sementara kebutuhan peralatan penunjang diperkirakan mencapai Rp700 juta.

Saat ini, jumlah tenaga spesialis di RSUD Subang dinilai sudah cukup memadai, dengan angka tindakan operasi yang juga tergolong tinggi. Karena itu, dibutuhkan penambahan sekitar enam ruang bedah agar berbagai kasus operasi dapat tertangani lebih cepat dan efektif.

“SDM-nya sudah cukup. Bahkan RSUD Subang sudah memiliki dokter subspesialis reumatologi dan autoimun. Tinggal fasilitasnya yang perlu ditingkatkan,” ujarnya.

Keberadaan dokter subspesialis reumatologi dan autoimun dinilai menjadi kekuatan tersendiri. Mengingat kasus reumatologi dan autoimun di wilayah Pantura cukup tinggi, layanan ini berpotensi tidak hanya melayani masyarakat Subang, tetapi juga pasien dari Purwakarta, Karawang, Sumedang hingga Indramayu.

Di sisi lain, RSUD Subang juga telah mendapatkan bantuan alat CT Scan dari pemerintah pusat melalui APBN. Pada 2026, alat tersebut disebut siap dioperasikan lengkap dengan tenaga operator yang telah tersedia.

Dengan adanya fasilitas CT Scan, RSUD Subang berpotensi menjadi rumah sakit rujukan bagi wilayah sekitar yang belum memiliki fasilitas serupa. Selain memperluas jangkauan pelayanan, hal ini juga bisa menjadi sumber pendapatan rumah sakit untuk pengembangan layanan ke depan.

“Kalau fasilitas terus ditingkatkan, RSUD Subang bukan hanya mampu melayani masyarakat lokal, tapi juga bisa menjadi pusat rujukan regional,” pungkas Encep.