Pemerintahan

Bidik Investasi Asing, Jabar Sodorkan Lima Strategi kepada 150 Investor Malaysia

×

Bidik Investasi Asing, Jabar Sodorkan Lima Strategi kepada 150 Investor Malaysia

Sebarkan artikel ini


BANDUNG, TINTAHIJAU.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memanfaatkan ajang Selangor International Business Summit (SIBS) 2026 sebagai panggung untuk menarik investasi asing. Di hadapan sekitar 150 pengusaha dan investor asal Malaysia, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menawarkan lima strategi utama guna memperkuat iklim investasi dan meningkatkan daya saing ekonomi daerah.


Dalam forum yang digelar di Hotel Pullman, Kota Bandung, Kamis (9/7/2026), Erwan menegaskan Jawa Barat siap menjadi tujuan utama investasi melalui kepastian hukum, pembangunan infrastruktur, kemudahan berusaha, serta penyediaan tenaga kerja yang kompeten.


“Kami berkomitmen mendukung dan mendorong pertumbuhan investasi yang berkelanjutan dan inklusif,” ujar Erwan.


Menurutnya, strategi pertama adalah memastikan stabilitas iklim investasi melalui kepastian hukum, keamanan, serta tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).


Langkah kedua diarahkan untuk memperkuat peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar terhubung dengan rantai pasok industri besar. Dengan pola kemitraan tersebut, masyarakat di sekitar kawasan industri diharapkan ikut menikmati manfaat ekonomi dari masuknya investasi.


Strategi ketiga adalah percepatan pembangunan infrastruktur strategis yang menopang kawasan industri, termasuk mendorong perusahaan menjadikan Jawa Barat sebagai lokasi pusat operasional maupun pengembangan bisnis.


Di sektor ketenagakerjaan, Pemprov Jabar menyiapkan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan industri melalui kolaborasi dunia pendidikan dengan dunia usaha. Pemerintah juga mengoptimalkan platform digital Nyari Gawe untuk memutus praktik percaloan tenaga kerja dan menciptakan proses rekrutmen yang lebih transparan.


Adapun strategi kelima adalah meningkatkan insentif dan kemudahan investasi melalui pelayanan perizinan yang cepat, efisien, dan responsif, disertai penguatan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.


Erwan menilai penyelenggaraan SIBS 2026 di Bandung menjadi momentum strategis untuk memperluas hubungan dagang dan investasi antara Jawa Barat dan Selangor.


“Kehadiran SIBS 2026 di Bandung merupakan momentum emas. Saya mengajak para delegasi, pelaku usaha, dan investor dari Selangor maupun negara sahabat lainnya untuk mengeksplorasi berbagai peluang kerja sama yang saling menguntungkan serta membangun kolaborasi yang lebih erat,” katanya.


Sementara itu, Menteri Besar Selangor Dato Seri Amirudin Shari mengatakan Bandung menjadi kota pertama di luar Kuala Lumpur yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan SIBS. Ia optimistis forum tersebut akan membuka lebih banyak peluang kerja sama ekonomi antara Malaysia dan Jawa Barat.


“Kami sangat berterima kasih kepada Wakil Gubernur Jawa Barat. Insyaallah, ke depan kita dapat mengeksekusi lebih banyak peluang kerja sama di bidang bisnis, perdagangan, dan sektor lainnya,” ujar Amirudin.


Forum bisnis internasional tersebut dihadiri sekitar 150 pengusaha dan investor Malaysia yang mengikuti agenda business matching dengan pelaku usaha Jawa Barat. Pertemuan itu difokuskan untuk menjajaki investasi di berbagai sektor strategis, mulai dari kedirgantaraan, perkeretaapian, otomotif, industri kreatif, energi, hingga teknologi, dengan harapan dapat melahirkan proyek-proyek investasi baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi kedua wilayah.