Pemerintahan

Hoaks! BGN Bantah Rumor Penghentian Program Makan Bergizi Gratis Setelah Lebaran

×

Hoaks! BGN Bantah Rumor Penghentian Program Makan Bergizi Gratis Setelah Lebaran

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. Pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyiapkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (23/9/2025). (Sumber: ANTARA/Risky Syukur)

JAKARTA, TINTAHIJAU.com – Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan klarifikasi tegas terkait kabar burung yang mengeklaim bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dihentikan pasca-Idul Fitri atas instruksi Presiden Prabowo Subianto. Pihak BGN memastikan bahwa informasi tersebut adalah hoaks dan program justru akan diperbesar jangkauannya setelah hari raya.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa pemerintah tidak pernah mengeluarkan instruksi maupun kebijakan untuk menyetop program tersebut. Menurutnya, narasi yang viral di media sosial itu bukan berasal dari pengumuman resmi instansi pemerintah mana pun.

“Program MBG akan tetap jalan setelah Idul Fitri. Tidak ada rencana penghentian seperti yang beredar,” ujar Dadan di Jakarta, Senin (2/3).

Target Ekspansi 25.000 Satuan Pelayanan

Alih-alih berhenti, Dadan mengungkapkan bahwa periode setelah Idul Fitri justru menjadi momentum ekspansi besar-besaran. BGN menargetkan ketersediaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) meningkat drastis hingga menyentuh angka 25.000 unit di seluruh wilayah Indonesia.

Ekspansi ini bertujuan untuk menjangkau puluhan juta masyarakat yang membutuhkan asupan nutrisi tambahan dari pemerintah.

“Jumlah SPPG akan mencapai 25.000 setelah Idul Fitri dan akan melayani lebih dari 61,2 juta penerima manfaat,” jelasnya.

Fokus pada Kualitas dan Menu Segar

Selain memperluas cakupan wilayah, BGN juga berkomitmen meningkatkan standar kualitas makanan. Hal ini dilakukan dengan menginstruksikan penggunaan bahan makanan segar sesuai dengan parameter gizi yang telah ditetapkan guna memberikan dampak kesehatan maksimal bagi para penerima.

Langkah ini diambil sebagai bentuk pengawasan mutu layanan agar manfaat yang diterima masyarakat tetap terjaga.

“Kami kembali ke menu segar agar kualitas layanan semakin baik dan manfaat gizinya optimal bagi para penerima,” tegas Dadan.