SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Anggota DPRD Jawa Barat, dr. Encep Sugiana, meminta masyarakat untuk menahan diri tidak berangkat umroh di tengah situasi memanas di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Legislator dari daerah pemilihan Subang, Majalengka, dan Sumedang itu menegaskan, dalam kondisi seperti saat ini, aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama dibandingkan pelaksanaan ibadah umroh.
“Dalam kondisi seperti ini, keselamatan lebih diutamakan. Jika memang belum diperkenankan berangkat umroh, maka bersabarlah demi menjaga keselamatan,” ujar Encep dalam keterangannya.
Ia juga meminta pemerintah memastikan keselamatan dan ketenangan warga Jawa Barat, khususnya dari dapilnya, yang saat ini tengah menunaikan ibadah umroh di Arab Saudi. Menurutnya, jamaah yang tertahan akibat gangguan keamanan harus mendapat jaminan perlindungan serta kepastian informasi.
Encep menekankan pentingnya penyampaian informasi yang akurat agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat, terutama bagi keluarga jamaah di tanah air.
“Informasi harus disampaikan secara benar dan jelas supaya tidak menimbulkan salah persepsi. Keluarga di Indonesia juga perlu mendapatkan kepastian, termasuk jika terjadi keterlambatan pemulangan, sampai kapan mereka tertahan dan bagaimana jaminan keselamatannya,” katanya.
Selain itu, ia berharap penyelenggara perjalanan umroh bertanggung jawab penuh terhadap kebutuhan jamaah selama berada di Arab Saudi, terutama jika terjadi penundaan kepulangan.
Kebutuhan dasar, keamanan, dan kondisi psikologis jamaah harus tetap terjaga agar tidak menimbulkan kegoncangan yang berdampak pada kesehatan.
“Penyelenggara travel umroh harus memastikan kebutuhan hidup jamaah terpenuhi dan mereka merasa tenang. Jangan sampai situasi ini membuat jamaah terguncang secara psikologis,” tegasnya.
Di sisi lain, Encep mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesabaran dan terus berdoa agar situasi konflik segera mereda. Ia berharap peperangan tidak berlarut-larut karena berdampak pada banyak aspek, termasuk terganggunya aktivitas ibadah.
“Kita terus berdoa kepada Allah SWT agar semua diselamatkan dan kondisi ini segera berakhir. Jangan sampai ketidakpastian keamanan ini berlarut-larut dan merugikan banyak pihak,” tandasnya.
Ia kembali mengingatkan bahwa dalam situasi tidak kondusif, menunda keberangkatan umroh adalah langkah bijak demi keselamatan bersama.





