YOGYAKARTA, TINTAHIJAU.com — Mantan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla, mengimbau seluruh pengelola masjid di Indonesia untuk menggelar doa bersama dengan membaca Qunut Nazilah pada pelaksanaan Salat Jumat, 6 Maret 2026.
Imbauan tersebut disampaikan Jusuf Kalla yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI). Menurutnya, pembacaan Qunut Nazilah dimaksudkan sebagai doa bagi perdamaian di kawasan Timur Tengah yang tengah dilanda konflik setelah serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
“Kita mendoakan kedamaian di Timur Tengah, khususnya bagaimana Iran itu dapat selamat, damai, dan kalau perlu memenangkan, jangan penyerang itu,” kata JK saat ditemui di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (5/3) malam.
Selain untuk Iran, JK juga berharap doa bersama tersebut turut dipanjatkan bagi negara-negara lain yang tengah dilanda konflik dan ketegangan, seperti Palestina, Pakistan, dan Afghanistan.
“Kita harap (semua masjid melaksanakan), jumatan kan besok,” ujarnya.
Situasi di Timur Tengah memanas setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026. Dalam operasi tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas. Pemerintah Iran mengonfirmasi kabar tersebut pada hari berikutnya.
Sejak serangan itu, Iran langsung melancarkan aksi balasan terhadap Israel serta sejumlah target yang berkaitan dengan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Respons tersebut bahkan meningkat setelah wafatnya Khamenei.
Sementara itu, Jusuf Kalla sebelumnya juga menghadiri pertemuan yang digelar Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (3/3). Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah mantan presiden, wakil presiden, serta mantan menteri luar negeri.
Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo turut menyampaikan pandangannya mengenai dinamika geopolitik global yang berkembang belakangan ini. Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap menjaga kekompakan serta memperkuat persatuan dan kesatuan nasional di tengah situasi internasional yang penuh ketidakpastian.




