Pemerintahan

Ketua DPRD Subang Minta Evaluasi Total Pengelolaan Wisata Curug Cileat Usai Longsor Tewaskan Dua Wisatawan

×

Ketua DPRD Subang Minta Evaluasi Total Pengelolaan Wisata Curug Cileat Usai Longsor Tewaskan Dua Wisatawan

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Ketua DPRD Kabupaten Subang, Victor Wirabuana Abdurachman, meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan wisata alam di Kabupaten Subang menyusul peristiwa longsor di kawasan wisata Curug Cileat yang menewaskan dua wisatawan asal Karawang.

Victor menegaskan, keselamatan pengunjung harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan destinasi wisata, terutama kawasan wisata alam yang memiliki tingkat kerawanan tinggi saat cuaca ekstrem.

“Kami melihat bahwa kejadian ini harus menjadi evaluasi bersama, baik bagi pengelola wisata maupun pemerintah daerah, karena keselamatan pengunjung harus menjadi prioritas utama,” ujar Victor, Sabtu (16/5/2026).

Diketahui, dua korban yakni Alda Apriliani (22) warga Cikampek dan Winda Limbong (20) warga Kosambi, Karawang, ditemukan Tim SAR gabungan dalam kondisi tertimbun material longsor di jalur menuju Curug Cileat, tepatnya di area curug keempat.

Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Jumat sore (15/5/2026) saat hujan deras mengguyur kawasan wisata Curug Cileat. Tebing di sekitar lokasi wisata dilaporkan tiba-tiba ambrol ketika sejumlah pengunjung masih berada di area curug.

Victor menilai pengelola wisata harus memiliki standar mitigasi bencana yang ketat untuk mengantisipasi potensi bahaya, terutama saat cuaca buruk terjadi.

“Pengelola wisata harus memperketat standar keselamatan, mulai dari pemantauan kondisi alam, pemasangan tanda peringatan, kesiapan jalur evakuasi, hingga penutupan sementara lokasi wisata apabila kondisi dinilai membahayakan,” katanya.

Selain itu, DPRD Subang juga meminta adanya penguatan koordinasi lintas sektor antara pengelola wisata dan pemerintah daerah agar sistem penanganan darurat dapat berjalan lebih maksimal.

“Selain itu, kami juga meminta agar koordinasi antara pengelola wisata, pemerintah daerah, BPBD, dan aparat terkait diperkuat sehingga sistem mitigasi bencana di kawasan wisata benar-benar berjalan baik,” ungkapnya.

Victor menegaskan, kejadian serupa tidak boleh kembali terjadi di Kabupaten Subang dan harus menjadi perhatian serius semua pihak.

“Kami tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali. Keselamatan masyarakat dan wisatawan harus selalu menjadi prioritas di Kabupaten Subang,” pungkasnya.

Saat ini, proses penanganan pascalongsor masih terus dilakukan oleh BPBD, Tim SAR gabungan, TNI-Polri, serta relawan di kawasan Curug Cileat.