Majalengka, TINTAHIJAU.COM – Menteri Haji dan Umrah RI, Muhammad Irfan Yusuf, memastikan pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi matang untuk menjamin keselamatan jemaah haji Indonesia tahun 2026 di tengah situasi geopolitik Timur Tengah yang memanas.
Hal tersebut disampaikan Irfan Yusuf saat menghadiri kegiatan manasik haji di Pondok Pesantren Al Mizan, Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Senin (6/4/2026).
Menurutnya, pemerintah terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Arab Saudi, Kementerian Luar Negeri RI, serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Arab Saudi.
“Kita selalu koordinasi dan komunikasi dengan Pemerintah Saudi, Kementerian Luar Negeri, KBRI di Saudi, serta panitia haji kita di sana. Sampai hari ini semuanya masih memberikan lampu hijau, sehingga persiapan tetap berjalan seperti biasa,” ujar Irfan Yusuf.
Ia menegaskan, hingga saat ini kondisi keamanan bagi jemaah haji Indonesia masih terjamin. “Insyaallah, sampai hari ini keselamatan jemaah masih dijamin,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah skenario mitigasi berlapis untuk menghadapi kemungkinan situasi darurat.
“Kita menyiapkan beberapa skenario, mulai dari plan A, plan B, hingga plan C. Semua ini sudah kita koordinasikan dengan Komisi VIII DPR RI, sehingga diharapkan pelaksanaan haji dapat berjalan lancar,” jelasnya.
Selain aspek keamanan, Irfan Yusuf memastikan seluruh fasilitas pendukung bagi jemaah haji juga telah siap, mulai dari akomodasi hingga layanan konsumsi.
“Semua sudah selesai. Katering siap, hotel siap, transportasi lokal di sana juga siap. Insyaallah semuanya sudah siap,” ungkapnya.
Terkait kuota, ia memastikan tidak ada penambahan jumlah jemaah haji Indonesia pada tahun ini. “Tidak ada tambahan kuota. Tetap sebanyak 221.000 jemaah,” tegasnya.
Pemerintah berharap seluruh rangkaian penyelenggaraan ibadah haji 2026 dapat berjalan aman, lancar, dan khusyuk bagi seluruh jemaah Indonesia.





