Pemerintahan

Prabowo Klaim Program Makan Bergizi Gratis Telah Menjangkau 60 Juta Penerima

×

Prabowo Klaim Program Makan Bergizi Gratis Telah Menjangkau 60 Juta Penerima

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto menyalami Ketua Umum PBNU saat ini KH. Yahya Cholil Staquf (Kiri) dalam acara Mujahadah Kubro dalam rangka hari lahir Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu, 8 Februari 2026. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Kris)

MALANG, TINTAHIJAU.com — Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan capaian signifikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilainya sebagai salah satu keberhasilan awal pemerintahannya. Dalam kurun waktu kurang dari satu setengah tahun, program tersebut disebut telah dirasakan manfaatnya oleh lebih dari 60 juta orang di berbagai kelompok usia.

Hal itu disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan sambutan pada acara Mujahadah Kubro dalam rangka peringatan Hari Lahir Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026).

“Dalam waktu kurang dari 1,5 tahun kita sudah bisa memberi makan kepada 60 juta anak-anak, ibu-ibu, dan orang-orang tua. Insyaallah sebelum akhir tahun 2026 ini, kita akan sampai 82,3 juta yang berhak,” kata Presiden Prabowo.

Selain memaparkan capaian program sosial, Presiden juga menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas lapangan kerja dan mengakselerasi kebangkitan sektor industri nasional. Ia menargetkan proses industrialisasi di Indonesia dapat menunjukkan hasil nyata dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

“Kita juga bertekad meningkatkan lapangan pekerjaan untuk bangsa Indonesia, kita juga akan memimpin industrialisasi bangsa Indonesia. Dalam dua tiga tahun ini, kita akan membangkitkan seluruh industri kita,” ujarnya.

Presiden Prabowo menekankan bahwa arah pembangunan nasional diarahkan untuk membawa Indonesia menjadi negara maju, dengan masyarakat yang menikmati taraf hidup layak. Salah satu langkah yang disiapkan pemerintah adalah pembangunan jutaan unit rumah murah agar masyarakat berpenghasilan rendah dapat memperoleh hunian yang terjangkau.

“Kita sungguh-sungguh ingin menjadi negara maju di mana seluruh rakyat Indonesia menikmati kemajuan dan kehidupan yang layak. Kita akan bangun jutaan rumah murah untuk seluruh rakyat kita yang membutuhkannya,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mengingatkan kembali sumpah jabatannya sebagai kepala negara untuk menjalankan amanat Undang-Undang Dasar 1945. Ia menafsirkan kewajiban tersebut sebagai tanggung jawab melindungi rakyat dari berbagai ancaman, mulai dari persoalan fisik hingga masalah kelaparan dan kemiskinan.

“Melindungi rakyat Indonesia dari ancaman pelayanan-pelayanan kesehatan, dari ancaman ketidakersedianya pendidikan yang terbaik untuk rakyat Indonesia, itu tugas utama saya. Saya juga menerima tugas tersebut yang saya artikan saya juga harus menjaga, melindungi segala kekayaan milik rakyat Indonesia,” ujarnya.

Pernyataan Presiden tersebut menegaskan fokus pemerintah pada penguatan kesejahteraan sosial, pembangunan ekonomi, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat secara berkelanjutan.

Sumber: rri.co.id