Pemerintahan

Presiden Prabowo Tegaskan Sikat Habis Penyimpangan Program MBG dan Koperasi Desa

×

Presiden Prabowo Tegaskan Sikat Habis Penyimpangan Program MBG dan Koperasi Desa

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Presiden Prabowo Subianto memberikan pernyataan tegas bahwa jajaran pemerintahan tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi segala bentuk penyelewengan, baik dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Setiap bentuk pelanggaran hukum dipastikan bakal ditindak tegas secara menyeluruh tanpa pengecualian.

Kepala Negara tidak menampik bahwa proyek dengan skala nasional yang masif kerap kali diwarnai oleh potensi tindak kecurangan. Kendati demikian, pihak eksekutif berkomitmen untuk merespons dengan cepat melalui pembenahan sistem sekaligus mengeksekusi sanksi hukum bagi para pelakunya.

“Tentunya usaha besar ini pasti banyak kekurangan. Sama dengan MBG, ada kekurangan, ada penyelewengan, ada penyimpangan, tetapi kita segera bertindak, kita segera memperbaiki,” kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).

“Kita sedih ada oknum-oknum, ada pribadi-pribadi yang ingin cari kekayaan dari sesuatu pekerjaan atau suatu usaha yang begitu besar, begitu mulia untuk rakyat.”

Walaupun menyayangkan adanya praktik culas tersebut, Prabowo kembali meyakinkan publik bahwa aparat penegak hukum tidak akan berkompromi dan bakal menyeret siapa saja yang terbukti bersalah ke meja hijau.

“Tapi apa boleh buat? Kalau itu memang penyakit harus kita hadapi. Dengan sedih kita tindak dan kita terus akan tindak,” tuturnya.

Di samping itu, Presiden mempertegas komitmen kepemimpinannya untuk selalu menjunjung tinggi supremasi hukum yang berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Percayalah, kita tidak akan pilih kasih, kita tidak akan tebang pilih, kita tidak akan tidak bertindak terhadap penyelewengan,” ucapnya.

Lebih lanjut, mantan Menteri Pertahanan ini memaparkan bahwa langkah represif dalam penegakan hukum tetap bakal dijalankan secara cermat dan terukur agar tidak mengganggu stabilitas roda pembangunan nasional. Beliau memberikan perumpamaan bahwa struktur perekonomian layaknya anatomi tubuh manusia yang penanganannya harus dilakukan secara tepat.

“Kalau ada orang kena kanker, jalan pintas bisa potong tangannya atau potong kakinya. Tapi mungkin dengan terapi, dengan teknologi, kita bisa menyembuhkan tanpa terlalu merusak badan,” tutur Prabowo.

Prabowo menggarisbawahi bahwa filosofi medis tersebut menjadi landasan pemerintah dalam mereformasi struktur ekonomi makro. Berbagai tindakan menyimpang seperti korupsi, penggelembungan dana (mark up), manipulasi harga (transfer pricing), manipulasi nilai faktur (under invoicing), hingga kongkalikong antara oknum pemerintahan, pebisnis, dan industri perbankan merupakan parasit yang wajib dibasmi dari sistem.

“Ekonomi suatu negara sama dengan badan kita. Kalau dipelihara dengan baik akan sehat. Tapi kalau diracuni dengan mark up, korupsi, penipuan, under invoicing, transfer pricing, dan permainan antara birokrat dengan pengusaha, ekonomi akan sakit. Nah, ini yang sedang kita perbaiki,” kata Prabowo.

Sebagai penutup, Presiden menginstruksikan jajarannya untuk terus mengevaluasi dan menyempurnakan manajemen operasional setiap program strategis nasional. Hal ini krusial dilakukan demi memastikan anggaran negara tersalurkan tepat sasaran dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

Sumber: KOMPAS.tv