PURWAKARTA, TINTAHIJAU.com — Pemerintah Kabupaten Purwakarta menuntaskan pembangunan jalur alternatif yang menghubungkan wilayah Rancadarah dan Gurudug di Kecamatan Pondoksalam. Infrastruktur sepanjang lima kilometer tersebut kini resmi beroperasi dan diberi nama Jalan Wisata KDM, sebagai bentuk penghormatan terhadap Kang Dedi Mulyadi.
Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menjelaskan, jalan tersebut sejatinya telah dirintis sejak beberapa tahun lalu atas gagasan Kang Dedi Mulyadi. Namun, pengerjaannya sempat terhenti sebelum akhirnya dilanjutkan kembali pada 2025 melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan Kodim 0619 Purwakarta.
“Jalan ini dulu dibuka atas inisiasi Kang Dedi Mulyadi, namun sempat tertunda. Tahun kemarin (2025) kita bangun kembali bersama Kodim (Komando Distrik Militer 0619 Purwakarta) dan sekarang sudah selesai lima kilometer,” katanya seperti yang dilansir oleh Pikiran-Rakyat.com, dikutip Minggu (08/2/2026).
Peresmian Jalan Wisata KDM dilaksanakan sehari sebelumnya dengan dihadiri jajaran pejabat daerah serta masyarakat sekitar. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Binzein turut menyusuri jalan beton itu dengan berjalan kaki sekaligus melakukan penanaman pohon di sepanjang ruas jalan.
Menurutnya, sekitar 1.000 bibit pohon ditanam, terdiri atas beragam jenis tanaman buah seperti mangga, nangka, dan durian. Penanaman ini diharapkan tidak hanya memperindah kawasan, tetapi juga menambah daya tarik bagi pengguna jalan. Selain itu, kawasan tersebut memiliki panorama perbukitan dan hutan yang masih alami.
“Jalannya lebar, kanan kirinya hutan dan pemandangannya indah. Makanya kita namakan Jalan Wisata KDM. Bisa dilewati kendaraan umum, tapi juga bisa sambil berwisata,” ujarnya.
Bagi warga setempat, kehadiran jalan ini menjadi akses vital untuk menunjang aktivitas ekonomi. Warga Desa Gurudug, khususnya, merasakan dampak signifikan karena selama bertahun-tahun wilayah mereka nyaris terisolasi akibat kondisi jalan yang rusak. Kini, waktu tempuh dari Wanayasa menuju Pondoksalam yang sebelumnya sekitar setengah jam dapat dipangkas menjadi kurang dari 10 menit.
Meski demikian, Bupati Binzein mengakui Jalan Wisata KDM belum dilengkapi penerangan jalan umum. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak melintasi jalur tersebut pada malam hari. Sebagai langkah awal, pemerintah daerah berencana melakukan uji coba pemasangan lima unit lampu tenaga surya.
“Kalau dijaga, kita lanjutkan (pemasangan PJU). Kalau hilang, biarkan gelap dulu, supaya semua belajar menjaga,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Staf Kodim 0619 Purwakarta Mayor Inf Jaja Jamaludin menyampaikan apresiasi atas sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam pembangunan infrastruktur tersebut. Ia berharap, Jalan Wisata KDM ke depan dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas masyarakat, termasuk olahraga dan pariwisata.
“Mudah-mudahan pekerjaan ini bermanfaat untuk masyarakat, menyejahterakan masyarakat, dan fasilitas ini bisa dimanfaatkan dengan aman dan nyaman. Apalagi jalur ini juga mendukung wisata dan kegiatan olahraga seperti Fun Run,” katanya.
Selain meresmikan jalan, sebelumnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menamai kawasan hunian relokasi korban pergerakan tanah di Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani, dengan sebutan Kampung KDM. Kawasan seluas 5,01 hektare yang berada di Kampung Pasir Cabe itu terdiri atas 40 unit rumah panggung dan rampung dibangun pada akhir 2025.
Setiap rumah memiliki ukuran seragam, yakni panjang enam meter dan lebar lima meter, dengan desain rumah panggung berciri khas tradisional Sunda. Bangunan berbahan kayu dan bambu tersebut dilengkapi atap julang ngapak, dua kamar tidur, ruang tamu, serta kamar mandi. Meski dinilai potensial menjadi kawasan wisata, hingga kini rumah-rumah tersebut belum ditempati oleh warga terdampak bencana.
Sumber: Pikiran-Rakyat.com




