MAJALENGKA, TINTAHIJAU.COM – Bupati Majalengka Eman Suherman menegaskan jajarannya agar tidak antikritik dalam menjalankan roda pemerintahan. Ia menyebut kritik sebagai energi perbaikan yang harus dijawab dengan solusi konkret dan inovasi berkelanjutan.
Penegasan itu disampaikan saat Rapat Pimpinan (Rapim) sekaligus Tasyakur Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati di Gedung Yudha Karya Abdi Negara, Senin (23/2/2026).
“Publikasikan setiap capaian sebagai bentuk transparansi, namun jangan pernah antikritik. Setiap keluhan harus dijawab dengan solusi konkret,” tegas Eman.
Kegiatan tersebut menjadi forum evaluasi capaian 2025 serta penguatan agenda strategis 2026 di Kabupaten Majalengka.
Rapat dipimpin langsung Eman bersama Wakil Bupati Dena Muhamad Ramdhan dan dihadiri Staf Ahli, Asisten Daerah, Kepala Perangkat Daerah, Direktur BUMD, hingga camat se-Kabupaten Majalengka.
Dalam pemaparannya, Eman menyebut 2025 sebagai tahun akselerasi kinerja. Pemkab Majalengka kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-12 kali berturut-turut.
Nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) meningkat menjadi 75,24 dengan predikat BB, sedangkan Indeks Reformasi Birokrasi mencapai 86,39 dengan predikat A dan masuk 10 besar terbaik di Jawa Barat.
Dari sisi ekonomi, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) triwulan II 2025 tercatat 9,01 persen. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 3,62 persen, realisasi investasi mencapai Rp3,36 triliun, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 72,37.
Di sektor layanan publik, Program SAT SET memfasilitasi 5.885 persalinan dengan penerbitan akta kelahiran terintegrasi. Sementara Mal Pelayanan Publik (MPP PRO) melayani 65.551 kunjungan sepanjang 2025.
Menjelang Ramadan 1447 H, inflasi Januari 2026 terkendali di angka 3,09 persen. Pemerintah daerah juga menetapkan zakat fitrah sebesar Rp40.000 per jiwa.
Untuk 2026, Pemkab Majalengka menyiapkan percepatan program, termasuk modernisasi industri melalui gerakan “Gentengisasi” di Jatiwangi serta penguatan kebersihan lewat “Geber Jumat” dan “Selasa Berseri”.
Dalam aspek kebencanaan, BPBD mencatat 87 kejadian sepanjang Januari 2026 yang telah ditangani secara cepat dan terkoordinasi.
“Publikasikan setiap capaian sebagai bentuk transparansi, namun jangan pernah antikritik. Setiap keluhan harus dijawab dengan solusi konkret,” tegas Eman.





