JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Masyarakat Indonesia bersama komunitas Tionghoa di berbagai belahan dunia tengah merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Perayaan ini merupakan momen penting dalam budaya Tionghoa dan tidak hanya dirayakan di China, tetapi juga di sejumlah negara dengan populasi Tionghoa yang besar, termasuk Indonesia pada peringatan Imlek 2026.
Di Tanah Air, perayaan Imlek berkembang dengan kekhasan lokal yang dipengaruhi budaya setempat. Beragam tradisi diyakini membawa keberuntungan sekaligus menolak energi negatif. Setiap daerah memiliki cara tersendiri dalam memaknai tahun baru tersebut.
Berikut sejumlah tradisi unik Imlek dari berbagai wilayah di Indonesia:
1. Ritual Mandi di Sumur Tujuh Lubang, Depok
Di Depok, tepatnya di Vihara Gayatri, terdapat tradisi mandi menggunakan air dari tujuh sumur yang berada di area vihara. Air tersebut dipercaya membawa berkah, memperlancar rezeki, mempermudah jodoh, hingga membantu penyembuhan penyakit.
Vihara yang berdiri di atas lahan sekitar dua hektare itu dimiliki secara pribadi dan menyimpan nilai historis yang diwariskan turun-temurun. Selain mengikuti ritual mandi, umat yang datang juga melaksanakan ibadah di lokasi tersebut.
2. Sembahyang Imlek di Vihara Dharma Bhakti, Jakarta
Perayaan Imlek juga terasa khidmat di Vihara Dharma Bhakti, Jakarta. Sembahyang bersama telah menjadi agenda rutin umat Buddha saat tahun baru tiba. Tidak hanya warga lokal, sejumlah warga negara asing turut hadir untuk berdoa.
Nuansa Imlek semakin terasa dengan dominasi dekorasi merah dan aroma hio yang memenuhi area vihara, menciptakan suasana sakral sekaligus meriah.
3. Tradisi Perang Air Cian Cui di Selatpanjang
Di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, masyarakat menggelar tradisi perang air atau Cian Cui. Kegiatan ini dilakukan dengan saling menyiram air menggunakan becak motor, kendaraan bermotor, atau dari tepi jalan.
Festival berlangsung selama enam hari berturut-turut setiap sore, sekitar pukul 16.00 hingga 18.00 WIB. Tradisi ini menjadi daya tarik tersendiri sekaligus simbol kegembiraan menyambut tahun baru.
4. Atraksi Debus dalam Pawai Tatung, Singkawang
Singkawang dikenal sebagai salah satu kota dengan populasi keturunan Tionghoa terbesar di Indonesia. Tak heran, perayaan Imlek di kota ini berlangsung sangat meriah dan bahkan disebut-sebut sebagai salah satu yang terbesar di dunia.
Salah satu agenda utama adalah Pawai Tatung yang menampilkan atraksi debus ekstrem. Para Tatung—sebutan bagi seniman debus—diarak keliling kota sambil mempertunjukkan aksi menegangkan. Keberanian mereka dipercaya berasal dari roh leluhur yang merasuki tubuh para pemain.
5. Tradisi Ketuk Pintu Pasar Imlek Semawis, Semarang
Di Semarang, tradisi Ketuk Pintu menjadi pembuka rangkaian Pasar Imlek Semawis yang digelar di Kelenteng Tay Kak Sie, Gang Lombok.
Acara ini mencerminkan akulturasi budaya yang kental. Kegiatan diawali doa bersama secara Islam dan tradisi tumpengan khas Jawa, kemudian dilanjutkan sembahyang bagi penganut Tridharma. Perayaan semakin semarak dengan iringan barongsai sebagai simbol kegembiraan.
6. Grebeg Sudiro di Surakarta
Di kawasan Sudiroprajan, Surakarta, digelar Grebeg Sudiro yang memadukan budaya Jawa dan Tionghoa. Tradisi ini awalnya berkaitan dengan perayaan hari besar Islam seperti Maulid Nabi, Muharram, Idul Fitri, dan Idul Adha.
Seiring waktu, Grebeg Sudiro berkembang menjadi agenda tahunan menjelang Imlek dengan kegiatan utama berupa karnaval budaya dan gunungan. Tema keberagaman dan kebhinekaan menjadi pesan utama dalam perayaan ini, dengan partisipasi masyarakat lintas etnis.
7. Pawai Cap Go Meh di Bogor
Di Bogor, pawai Imlek identik dengan perayaan Cap Go Meh yang menampilkan ragam seni dan budaya Nusantara. Kegiatan ini menghadirkan arak-arakan kesenian dari berbagai daerah, memperlihatkan kekayaan budaya Indonesia dalam balutan semangat Imlek.
8. Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta
Sementara itu di Yogyakarta, kawasan Kampoeng Ketandan yang berada di sekitar Malioboro menjadi pusat perayaan.
Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta biasanya digelar mendekati akhir rangkaian Imlek atau saat Cap Go Meh. Beragam kegiatan seperti festival kuliner, pertunjukan barongsai, hingga wayang potehi disajikan untuk masyarakat dan wisatawan yang ingin merasakan atmosfer Imlek yang semarak.
Keberagaman tradisi tersebut menunjukkan bagaimana Imlek di Indonesia tidak hanya menjadi perayaan komunitas Tionghoa, tetapi juga simbol akulturasi dan kebersamaan dalam bingkai kebhinekaan.
Sumber: CNBC Indonesia




