Ragam

Inilah Varian Rasa Kue Keranjang yang Selalu Diminati Saat Imlek

×

Inilah Varian Rasa Kue Keranjang yang Selalu Diminati Saat Imlek

Sebarkan artikel ini

BANDUNG, TINTAHIJAU.com — Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan hadirnya kue keranjang di meja keluarga Tionghoa. Kudapan yang juga dikenal sebagai dodol Cina ini bukan sekadar sajian manis, tetapi simbol doa dan harapan baik di awal tahun. Seiring perkembangan zaman, kue keranjang kini tak lagi terbatas pada rasa klasik, melainkan hadir dalam beragam varian yang semakin diminati pasar.

Jika dahulu kue keranjang identik dengan cita rasa gula merah yang legit dan tekstur kenyal, kini produsen menghadirkan inovasi rasa demi menjangkau konsumen yang lebih luas. Bahkan, sejumlah produk sudah mencantumkan label halal sehingga bisa dinikmati berbagai kalangan masyarakat.

Varian Rasa yang Paling Diminati Saat Imlek

Berdasarkan penelusuran di berbagai platform penjualan daring, setidaknya ada sembilan varian rasa kue keranjang yang paling banyak dicari menjelang Imlek:

1. Original/Klasik
Rasa gula merah atau gula putih tetap menjadi favorit utama, terutama untuk kebutuhan sembahyang dan ritual. Teksturnya kenyal dengan manis khas karamel yang pekat.

2. Pandan
Varian berwarna hijau ini memiliki aroma harum daun pandan. Perpaduan rasa tradisional Tionghoa dengan sentuhan Nusantara membuatnya menjadi salah satu primadona.

3. Durian
Menghadirkan aroma kuat khas buah durian. Varian ini banyak digemari pencinta durian yang ingin sensasi berbeda saat menyantap kue keranjang.

4. Cokelat
Cita rasa manis cokelat yang lebih modern menyasar anak-anak dan remaja. Warnanya cenderung cokelat tua dengan rasa lebih ringan dibanding versi klasik.

5. Kelapa atau Kopyor
Tambahan kelapa memberi sensasi gurih dan tekstur lebih kaya, sehingga rasa manisnya terasa lebih seimbang.

6. Cempedak
Aromanya manis dan khas, sekilas menyerupai nangka namun lebih lembut. Varian ini menawarkan cita rasa buah yang unik.

7. Wijen
Taburan atau campuran wijen sangrai menghadirkan aroma harum dan rasa gurih-manis yang harmonis.

8. Frambos atau Stroberi
Berwarna cerah dengan rasa manis segar, varian ini menarik perhatian dari segi tampilan maupun cita rasa.

9. Vanila
Memiliki rasa lembut dan creamy, cocok bagi konsumen yang tidak menyukai rasa manis yang terlalu pekat.

Kini banyak produsen juga menawarkan paket mini berisi beberapa rasa sekaligus. Strategi ini memudahkan konsumen mencicipi berbagai varian dalam satu kemasan.

Inovasi Produsen di Berbagai Daerah

Diversifikasi rasa menjadi bukti bahwa tradisi mampu beradaptasi dengan selera modern. Sejumlah produsen di berbagai daerah menghadirkan ciri khas masing-masing.

Di Tangerang, produsen Ny. Lauw (Lauw Kim Wie) mempertahankan metode tradisional dengan pembungkus daun pisang dan proses fermentasi hingga satu bulan. Sementara itu, Fu Sariayu dari Belitung menggunakan gula murni tanpa bahan pengawet serta beras ketan asli.

Produsen Ny. Tan di Solo dikenal dengan tekstur sangat lembut dan kemasan berbentuk teratai. Cemerlang dari Tegal menawarkan ukuran mini dengan kombinasi rasa seperti original, pandan, dan cokelat. Ada pula Hoki by Kim Hin yang menggunakan bahan alami sejak dirintis pada 1988, serta Juni Law dengan kemasan merah elegan dan tekstur legit.

Sejarah dan Makna Kue Keranjang

Dalam tradisi Tionghoa, kue keranjang dikenal sebagai Nian Gao. Kata “Nian” berarti tahun, sedangkan “Gao” berarti kue. Bentuknya yang bulat tanpa sudut melambangkan persatuan dan keharmonisan keluarga.

Jejak sejarahnya telah ada sejak masa Dinasti Zhou (1046–256 SM), awalnya sebagai persembahan bagi dewa dan leluhur. Salah satu kisah populer berkaitan dengan Dewa Dapur yang diyakini melaporkan perilaku keluarga kepada Kaisar Langit setiap akhir tahun. Kue yang lengket dan manis dipercaya dapat “memaniskan” laporan tersebut.

Selain varian modern, terdapat pula jenis tradisional berdasarkan daerah, seperti kue keranjang jujube di wilayah utara Tiongkok, versi gula merah yang populer di Indonesia, hingga kue keranjang kincir air dari Zhejiang yang berwarna putih.

Kini, kue keranjang tidak hanya menjadi simbol sakral dalam perayaan Imlek, tetapi juga wujud kreativitas kuliner yang menjembatani tradisi dan inovasi. Dari rasa klasik hingga cokelat dan stroberi, kehadirannya semakin memperkaya warna perayaan Tahun Baru Imlek di Indonesia.