Ragam

Busui Tetap Kuat Saat Puasa, Ini Tips Aman agar ASI Tetap Lancar

×

Busui Tetap Kuat Saat Puasa, Ini Tips Aman agar ASI Tetap Lancar

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Bagi ibu menyusui (busui), menjalankan puasa sering kali menimbulkan kekhawatiran.

Takut lemas, khawatir produksi ASI menurun, hingga cemas kebutuhan si kecil tidak terpenuhi.

Padahal, dengan persiapan yang tepat, busui tetap bisa kuat berpuasa dan menjaga ASI tetap lancar.

Berikut tips aman yang bisa diterapkan!

1. Penuhi Kebutuhan Cairan
ASI sebagian besar terdiri dari cairan. Karena itu, pastikan kebutuhan minum terpenuhi saat berbuka hingga sahur. Gunakan pola 2-4-2:
– 2 gelas saat berbuka

– 4 gelas di malam hari

– 2 gelas saat sahur

Hindari minuman berkafein berlebihan karena bisa membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan.

2. Jangan Lewatkan Sahur
Sahur sangat penting untuk menjaga energi sepanjang hari. Pilih makanan yang mengandung:
– Karbohidrat kompleks (nasi merah, oatmeal, roti gandum)

– Protein (telur, ayam, ikan, tahu, tempe)

– Lemak sehat (alpukat, kacang-kacangan)

– Sayur dan buah.

Kombinasi ini membantu menjaga stamina dan mendukung produksi ASI.

3. Konsumsi Makanan Pendukung ASI
Beberapa makanan dipercaya membantu produksi ASI seperti daun katuk, bayam, kacang-kacangan, dan ikan.

Pastikan tetap mengonsumsi makanan bergizi seimbang, bukan hanya fokus pada satu jenis makanan saja.

4. Istirahat yang Cukup
Kurang tidur dapat memengaruhi kondisi tubuh dan produksi ASI. Usahakan tidur lebih awal dan manfaatkan waktu siang untuk power nap jika memungkinkan.

5. Tetap Menyusui atau Pumping Secara Teratur
Produksi ASI bekerja berdasarkan prinsip supply and demand. Semakin sering dikosongkan, semakin baik produksinya. Jangan mengurangi frekuensi menyusui meski sedang puasa.

6. Kenali Tanda Tubuh Tidak Kuat
Jika busui mengalami pusing berat, lemas berlebihan, dehidrasi, atau bayi tampak kurang puas saat menyusu, sebaiknya pertimbangkan untuk berbuka.

Dalam Islam, ibu menyusui mendapat keringanan (rukhsah) untuk tidak berpuasa jika dikhawatirkan membahayakan diri atau bayinya.

7. Konsultasi dengan Tenaga Kesehatan
Jika ragu, konsultasikan dengan bidan atau dokter untuk memastikan kondisi tubuh memungkinkan untuk berpuasa.

Pada dasarnya, setiap ibu memiliki kondisi berbeda. Jangan memaksakan diri. Prioritaskan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi.

Puasa yang dijalankan dengan bijak justru bisa tetap membawa ketenangan dan keberkahan tanpa mengorbankan kesehatan.