SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Momen wisuda ke-18 Lembaga Tahfidz dan Ilmu Al-Qur’an (LTIQ) As-Syifa pada Sabtu (4/7/2026) menjadi peristiwa yang penuh haru. Di tengah ratusan wisudawan, dua mahasiswi Institut As-Syifa mencatatkan prestasi luar biasa dengan menyelesaikan tasmi’ hafalan Al-Qur’an 30 juz sekali duduk selama 18 jam.
Kedua mahasiswi tersebut adalah Arini Nurfadilah dan Fannysha Kuncoro, yang saat ini tercatat sebagai mahasiswa aktif semester enam Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Institut As-Syifa.
Keberhasilan menyetorkan hafalan Al-Qur’an 30 juz dalam satu kali majelis menjadi pencapaian yang tidak hanya membutuhkan hafalan yang kuat, tetapi juga ketahanan fisik, mental, dan konsentrasi tinggi.
Prestasi keduanya mendapat penghargaan khusus dalam Sidang Terbuka Wisuda LTIQ As-Syifa ke-18. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi haru ketika penghargaan diserahkan kepada Arini dan Fannysha.
Ketua Dewan Pembina sekaligus Pendiri Yayasan As-Syifa, dr. Sulaiman Omar S. Qush, mengaku sangat bangga atas capaian tersebut.
“Saya merasa sangat terharu dan bangga terkait prestasi ini. Bahkan, saya sampai tidak bisa berkata-kata lagi melihat dedikasi mereka. Hari ini, kita menyaksikan langsung para penjaga Al-Qur’an lahir dari rahim As-Syifa,” ujarnya dengan nada bergetar.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada kedua orang tua mahasiswi tersebut. Menurutnya, keberhasilan Arini dan Fannysha tidak lepas dari doa, rida, serta pendidikan yang diberikan keluarga sehingga mampu melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an.
Sidang terbuka wisuda LTIQ As-Syifa ke-18 pun ditutup dengan penuh khidmat. Momentum ini menjadi bukti komitmen Institut As-Syifa dalam mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki prestasi istimewa di bidang hafalan Al-Qur’an.





