Ragam

Lele Raksasa yang Nyaris Punah Kembali Bermunculan di Sungai Mekong

×

Lele Raksasa yang Nyaris Punah Kembali Bermunculan di Sungai Mekong

Sebarkan artikel ini
Lele raksasa Sungai Mekong (Foto: Xinhua News)

KAMBOJA, TINTAHIJAU.com – Kemunculan kembali sejumlah ikan berukuran raksasa di Sungai Mekong, Kamboja, mengejutkan sekaligus membawa angin segar bagi para peneliti dunia. Spesies ikonik yang selama bertahun-tahun diyakini berada di ambang kepunahan tersebut kini mulai terlihat kembali di beberapa titik aliran sungai, memicu harapan baru bagi upaya konservasi air tawar.

Melansir laporan National Geographic, titik balik ini bermula pada awal Januari lalu ketika tim penyelamat satwa air di Kamboja menerima laporan dari seorang nelayan lokal. Nelayan tersebut secara tidak sengaja menjaring seekor lele raksasa Mekong (Mekong giant catfish) dengan bobot fantastis mencapai 95 kilogram. Menindaklanjuti laporan itu, tim ahli langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pendataan, mengukur dimensi tubuh ikan, memasang alat penanda (tagging), sebelum akhirnya melepaskannya kembali ke habitat asal.

Tidak berselang lama setelah peristiwa tersebut, laporan serupa mengenai tertangkapnya ikan-ikan raksasa lain terus berdatangan dari berbagai kawasan di sepanjang Sungai Mekong. Rangkaian temuan beruntun ini menjadi perhatian serius para ilmuwan, mengingat pada musim-musim sebelumnya kabar mengenai keberadaan spesies berukuran raksasa ini hampir tidak pernah terdengar.

“Setelah bertahun-tahun menyaksikan spesies ini menuju kepunahan, melihat jumlahnya meningkat terasa hampir mustahil. Namun itu benar-benar terjadi,” ujar Zeb Hogan, seorang ahli biologi perikanan dari University of Nevada, Reno, dengan nada optimis.

Penyebab Kritisnya Populasi Lele Raksasa Mekong

Lele raksasa Mekong memegang predikat sebagai salah satu ikan air tawar terbesar di bumi, dengan potensi pertumbuhan panjang hingga tiga meter dan berat melintasi angka 300 kilogram.

Dahulu, satwa raksasa ini dapat ditemukan dengan mudah di sepanjang Sungai Mekong yang melintasi enam negara di Asia Tenggara. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, populasinya anjlok drastis hingga masuk dalam kategori Sangat Terancam Punah (Critically Endangered). Para peneliti mencatat beberapa faktor utama yang memicu kelangkaan ekstrem ini, antara lain:

  • Aktivitas penangkapan ikan secara berlebihan (overfishing).
  • Masifnya pembangunan bendungan yang memutus jalur migrasi ikan.
  • Aktivitas penambangan pasir di area sungai.
  • Perubahan pola aliran alami sungai.

Penurunan drastis ini sangat terasa di wilayah Thailand sejak akhir tahun 1990-an, di mana para nelayan setempat kerap kali tidak menemukan satu pun lele raksasa dewasa selama beberapa musim berturut-turut.

Kunci dari mulai ditemukannya kembali satwa-satwa langka ini tidak lepas dari keterlibatan aktif masyarakat. Saat ini, komunitas nelayan lokal telah dibekali dengan fasilitas saluran telepon khusus serta aplikasi pemantauan yang siaga 24 jam. Layanan ini memudahkan para nelayan untuk segera melaporkan jika tidak sengaja menangkap satwa dilindungi tersebut, sehingga proses penyelamatan dan pemetaan data oleh tim ahli dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Sumber: detikcom